Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Infrastruktur Pendidikan

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat empat pilar infrastruktur pendidikan untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional dan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Indonesia Bicara di TVRI. Menurutnya, pembangunan pendidikan bermutu harus ditopang infrastruktur fisik, pedagogis, kultural, dan manajerial yang saling terintegrasi.

Bacaan Lainnya

“Pertama itu infrastruktur fisik seperti revitalisasi, digitalisasi dan sarana lain untuk membangun sekolah yang aman dan nyaman. Kedua, infrastruktur pedagogis untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Ketiga, infrastruktur kultural melalui penguatan pendidikan karakter. Keempat, infrastruktur manajerial untuk mengembangkan tata kelola pendidikan yang mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti, Kamis (22/10).

Pada 2025, program revitalisasi satuan pendidikan berhasil menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal sebanyak 10.669 sekolah. Sementara itu, prioritas revitalisasi pada 2026 diarahkan antara lain kepada sekolah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, Kemendikdasmen bersinergi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pengembangan kebijakan serta panduan teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Abdul Mu’ti menegaskan, pelaksanaan pembelajaran di daerah terdampak bencana harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak, menerapkan sistem pembelajaran yang fleksibel, serta memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Di bidang digitalisasi pendidikan, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 unit Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) sepanjang 2025. Program ini ditujukan agar seluruh sekolah secara bertahap memperoleh perangkat pembelajaran digital, dengan target jangka panjang minimal enam unit PID di setiap sekolah.

Pemanfaatan PID berdasarkan penelitian yang melibatkan guru dan siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar, efektivitas pengajaran, serta interaksi di kelas. Teknologi ini juga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran, seperti pengembangan materi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi siswa tunarungu di sekolah luar biasa (SLB) Kudus dan penggunaan perangkat audio interaktif untuk siswa tunanetra di Jakarta Selatan.

Abdul Mu’ti juga mencontohkan pemanfaatan PID untuk menghadirkan laboratorium virtual. Melalui teknologi tersebut, siswa dapat mempelajari reaksi asam-basa secara interaktif tanpa harus selalu menggunakan peralatan laboratorium konvensional.

Agar pemanfaatannya optimal, ekosistem PID didukung lima komponen utama, yakni perangkat PID, pelatihan guru, laptop, koneksi internet, dan listrik. Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan PT PLN untuk mendukung penyambungan jaringan listrik baru.

Menurut Abdul Mu’ti, biaya listrik untuk mendukung operasional perangkat pembelajaran digital dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sesuai ketentuan yang berlaku.

Penguatan empat pilar infrastruktur pendidikan, revitalisasi sekolah, kesiapsiagaan bencana, serta digitalisasi pembelajaran diharapkan mempercepat pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *