Indeks Dolar AS Menguat, Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp16.786

Dok.FaceIndonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026), dipicu sentimen eksternal berupa dinamika kebijakan moneter AS serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar salah satunya dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan akan mengumumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya. Sejumlah laporan menyebutkan nama mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh menjadi kandidat terdepan.

Bacaan Lainnya

“Banyak pihak menilai sosok ini sebenarnya sudah layak menjabat sejak beberapa tahun lalu,” ujar Trump kepada wartawan, Kamis malam waktu setempat.

Warsh diketahui pernah bersaing dengan Jerome Powell pada 2017 dan dikenal mendukung kebijakan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Namun, potensi penunjukan tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS, mengingat tekanan berulang dari Trump agar The Fed segera menurunkan suku bunga.

Selain faktor kebijakan moneter, sentimen global juga dibayangi eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya, disertai ancaman tindakan militer. Situasi ini diperparah dengan rencana pertemuan pejabat pertahanan dan intelijen AS dengan Israel dan Arab Saudi di Washington guna membahas Iran.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan cadangan devisa sebagai instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar global di tengah volatilitas keuangan internasional.

BI mengelola cadangan devisa dengan memperhatikan dinamika suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS. Cadangan devisa kini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan krisis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional.

Untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, BI memperkuat bauran kebijakan transformasi melalui lima sinergi strategis, mulai dari stabilitas makroekonomi, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 31 poin ke level Rp16.786 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 45 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp16.755. Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.780–Rp16.810 per dolar AS. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *