FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah mempercepat realisasi belanja negara pada semester I-2026 untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, percepatan belanja dilakukan sejak awal tahun agar dampaknya terhadap perekonomian dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.149,7 triliun. Nilai tersebut tumbuh 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari pagu, sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp639,7 triliun atau 39 persen.
Kenaikan belanja K/L ditopang berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Sembako, Program Indonesia Pintar (PIP), pembangunan infrastruktur, hingga pembayaran THR dan gaji ke-13 ASN. Sementara belanja non-K/L meningkat karena pembayaran pensiun, subsidi, dan kompensasi energi.
Belanja barang melonjak menjadi Rp267,4 triliun atau naik 100,7 persen dibanding semester I-2025, didorong penyaluran anggaran MBG, Dana BOS Swasta, insentif biodiesel, layanan kesehatan, dan stabilisasi pangan.
Belanja pegawai juga meningkat menjadi Rp203,8 triliun, seiring pengangkatan 355 ribu ASN baru, pembayaran tunjangan, THR, dan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, serta Polri.
Adapun belanja modal mencapai Rp109,4 triliun, terutama untuk pembangunan jalan, irigasi, jaringan, pengadaan peralatan, dan gedung.
Realisasi bantuan sosial tercatat Rp78,3 triliun, didorong penyaluran PKH, Kartu Sembako, PBI JKN, PIP, KIP Kuliah, rehabilitasi sosial, dan bantuan penanggulangan bencana.
Subsidi Energi Diperkuat
Pemerintah juga memperkuat subsidi dan kompensasi energi untuk menjaga daya beli masyarakat. Hingga semester I-2026, realisasinya mencapai Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN.
Selama enam bulan pertama tahun ini, subsidi disalurkan melalui BBM bersubsidi sebanyak 7,98 juta kiloliter, LPG 3 kilogram sebesar 3,56 juta ton, listrik bagi 43,1 juta pelanggan, pupuk bersubsidi 4,5 juta ton, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2,4 juta debitur.
Transfer ke Daerah Meningkat
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga semester I-2026 mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN. Dana tersebut digunakan antara lain untuk pembayaran gaji 4,3 juta ASN daerah, BOS bagi 42,3 juta siswa, BOP PAUD, PIP, serta tunjangan bagi 616 ribu guru.
Penyaluran TKD membaik seiring meningkatnya penyerapan anggaran daerah, perubahan mekanisme pembayaran tunjangan guru menjadi bulanan, serta relaksasi penyaluran bagi daerah terdampak bencana. (DEN)





