Dukung Perdamaian Permanen Antara Kamboja-Thailand, AS kucurin Dana 758 M Sukseskan Gencatan Senjata

Cambodia Foreign Ministry George DeSombre

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat bakal mengucurkan paket bantuan sebesar 45 juta dolar AS atau sekitar Rp 758, 7 miliar untuk Thailand dan Kamboja.

Paket bantuan ini, sebut Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Michael George DeSombre, adalah bentuk komitmen Negeri Paman Sam dalam memastikan kestabilan dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

“Pemulihan perdamaian di perbatasan Thailand-Kamboja membuka peluang baru dalam mempromosikan stabilitas regional dan mensukseskan ambisi kami demi Indo-Pasifik yang lebih aman, kuat, dan makmur,” ujar DeSombre dalam press conference secara online, Jumat sore (9/1/2025).

Dia dan tim Kemlu AS tengah berada di Bangkok, Thailand untuk membahas kelanjutan gencatan senjata yang dicapai dengan Kamboja pada 27 Desember 2025.

“Sabtu ini, kami akan berdiskusi dengan pihak Kamboja di Phnom Penh. Semoga sukses,” harapnya.

Dia memaparkan, dana yang diberikan AS dibagi menjadi beberapa tujuan.

“15 juta untuk stabilisasi perbatasan, 10 juta untuk pembersihan ranjau, dan 20 juta untuk membantu kedua negara memberantas penipuan dan perdagangan narkotika,” bebernya.

Pertempuran antara Thailand dan Kamboja pada Juli dan Desember lalu menyebabkan ratusan ribu warga sipil kedua negara mengungsi.

Ratusan warga sipil dan tentara kedua negara juga tewas dan ribuan lainnya terluka.

Kedua negara bertetangga itu awalnya bentrok selama lima hari pada akhir Juli sebelum menyepakati gencatan senjata sementara.

Keduanya sepakat berdamai pada akhir Oktober setelah dibujuk Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin negara menandatangani kesepakatan damai di Kuala Lumpur, Malaysia, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

Sayangnya, kedua negara ini kembali ribut pada awal November dan baru kembali damai akhir Desember.

“Fokus kami saat ini adalah mewujudkan perdamaian yang kekal. Presiden Trump benar-benar presiden perdamaian. Kami yakin itu,” tandas DeSombre. DAY (Fjr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *