LSF Gandeng Mahasiswa Kampanyekan Sensor Mandiri

Dok.Lembaga Sensor Film

FACEINDONESIA.CO.ID – Lembaga Sensor Film (LSF) terus memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih tontonan sesuai klasifikasi usia. Upaya itu dilakukan melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang dikampanyekan lewat kegiatan LSF Nonton Bareng Film Indonesia di CGV D’Mall Depok, Selasa (21/7).

Penyensoran film merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Setiap film yang akan diedarkan dan dipertunjukkan wajib mengantongi Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari LSF.

Di era digital, akses masyarakat terhadap film semakin luas melalui bioskop, televisi, hingga platform digital dan media sosial. Kondisi ini membuat literasi dalam memilih tontonan sesuai usia menjadi semakin penting.

Sebagai bagian dari kampanye GNBSM, LSF mengajak 332 mahasiswa dan anggota komunitas mengikuti nonton bareng dua film Indonesia di Studio 5 dan Studio 6 CGV D’Mall Depok. Kegiatan ini diharapkan melahirkan agen-agen edukasi yang menyebarkan budaya memilih tontonan sesuai klasifikasi usia.

Ketua LSF Naswardi menegaskan, LSF berkomitmen melindungi masyarakat dari dampak negatif film dan iklan film, sekaligus terus menyosialisasikan penggolongan usia sebagai panduan memilih tontonan yang aman dan berkualitas.

Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi menambahkan, perlindungan masyarakat harus dibarengi peningkatan literasi perfilman agar masyarakat semakin bijak dalam menikmati tayangan.

Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, yang mengapresiasi sosialisasi GNBSM sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih cerdas memilih tontonan.

Ketua Komisi I LSF Tri Widyastuti Setyaningsih mengingatkan, klasifikasi usia film harus menjadi acuan sebelum masyarakat memutuskan menonton sebuah film sehingga memberikan manfaat sesuai tingkat kedewasaan penonton.

Sementara itu, Ketua Subkomisi Apresiasi LSF Gustav Aulia menegaskan, LSF selalu mengedepankan prinsip dialog dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kemajuan industri perfilman nasional agar mampu bersaing dengan film-film asing.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *