BSI Raup Laba Rp2,2 Triliun, Nasabah Tabungan Haji Tembus 7,25 Juta

Dok.BSI

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Syariah Indonesia atau BSI mencatat laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal I-2026, naik 17,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo mengatakan, capaian tersebut ditopang strategi penurunan biaya dana, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee dari bisnis emas.

Bacaan Lainnya

Penyaluran pembiayaan BSI mencapai Rp329 triliun atau tumbuh 14,39 persen yoy, dengan fokus utama pada sektor konsumer. Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 1,88 persen. Sementara NPF nett berada di level 0,38 persen.

Mayoritas pembiayaan disalurkan ke segmen konsumer dan ritel sebesar 72,37 persen, sedangkan sisanya 27,63 persen untuk segmen wholesale.

Selain pembiayaan, BSI juga mencatat lonjakan signifikan pada tabungan haji. Jumlah nasabah Tabungan Haji kini menembus 7,25 juta, termasuk sekitar 1,2 juta nasabah dari kalangan milenial dan Gen Z.

“Pertumbuhan ini menunjukkan strategi dual license bank syariah dan bank emas berhasil memperluas basis nasabah secara signifikan,” ujar Anggoro dalam paparan kinerja kuartal I-2026 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI bertambah 9,26 juta. Pada tiga bulan pertama tahun ini saja, nasabah baru meningkat sekitar 500 ribu menjadi total 23,7 juta.

Kenaikan jumlah nasabah turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 18 persen yoy menjadi Rp376,8 triliun.

Pertumbuhan terbesar berasal dari dana murah atau CASA. Giro naik 24,17 persen menjadi Rp71,7 triliun, sementara tabungan meningkat 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun. Total CASA mencapai Rp236,2 triliun atau tumbuh 21,36 persen yoy.

Menurut Anggoro, tabungan menjadi mesin pertumbuhan utama BSI, terutama dari produk Tabungan Haji, payroll, dan Tabungan Bisnis.

Data BSI menunjukkan minat masyarakat untuk berhaji terus meningkat. Jumlah pendaftar haji nasional naik dari 286,4 ribu pada 2023 menjadi 422,3 ribu pada 2025. Dari total tersebut, sebanyak 226,4 ribu jamaah mendaftar melalui BSI.

BSI juga memperkuat dominasinya dalam pendaftaran haji nasional dengan pangsa pasar meningkat dari 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025. Bahkan untuk keberangkatan haji 2026, sekitar 83,5 persen jamaah berasal dari pendaftar melalui BSI.

Anggoro menambahkan, peningkatan jumlah pendaftar haji didukung kemudahan pembukaan rekening lewat platform Byond by BSI serta berbagai program kampanye haji yang digelar secara nasional. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *