FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Syariah Nasional memastikan dukungan penuh terhadap program 3 juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto dengan menaikkan kuota rumah subsidi menjadi 73 ribu unit pada 2026.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mempercepat pembangunan rumah rakyat di berbagai daerah.
“Tahun ini kuota subsidi naik menjadi 73 ribu unit dari sebelumnya 59 ribu unit. Persiapan suplai sudah tersedia, tinggal mempercepat realisasinya,” ujar Alex usai rapat pembiayaan perumahan bersama Menteri PKP di Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut dia, BSN optimistis target tersebut dapat tercapai, termasuk melalui rencana pengembangan kawasan kota baru di Tangerang yang tengah dipersiapkan pemerintah.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi kesiapan BSN dalam mendukung percepatan program rumah subsidi.
Ara menilai strategi dan peta jalan yang disusun BSN sudah matang, mulai dari pembangunan rumah tapak hingga rumah susun. Ia optimistis realisasi program dapat berjalan dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan program KUR Perumahan yang memberikan akses pembiayaan bagi UMKM, pengembang, kontraktor, hingga pembangunan rumah dengan plafon kredit mencapai Rp20 miliar dan bunga bersubsidi pemerintah.
Maruarar menambahkan, tingginya minat masyarakat dipicu bunga pembiayaan yang rendah, yakni sekitar 0,5 persen.
Pemerintah juga tengah menyiapkan konsep kota baru terintegrasi di Tangerang yang dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, dan olahraga. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi proyek percontohan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kalangan menengah. (San)





