FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Saqu, layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab, kembali menghadirkan program Sunrise Society Vol. 5 sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat dan aktif. Pada edisi kali ini, Bank Saqu memperkenalkan olahraga footgolf melalui kegiatan Footgolf Fun Match di Palm Hills Golf, Sentul, Bogor, Selasa (19/5).
Kegiatan tersebut menjadi langkah Bank Saqu sebagai institusi perbankan pertama di Indonesia yang menggandeng Federasi Footgolf Indonesia untuk memperkenalkan olahraga footgolf kepada masyarakat luas. Olahraga ini memadukan unsur sepak bola dan golf dalam suasana santai dan inklusif.
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando mengatakan, antusiasme peserta Sunrise Society Vol. 5 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas komunitas yang sehat dan menyenangkan.
“Footgolf sejalan dengan semangat active lifestyle dan community-driven engagement yang terus kami bangun melalui Sunrise Society. Aktivitas ini bukan hanya menghadirkan olahraga, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan koneksi antar komunitas,” ujar Willy.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Sunrise Society telah diikuti lebih dari 2.000 peserta melalui berbagai kegiatan olahraga seperti lari, padel, flag football, hyrox workout, panahan, pickleball, bulu tangkis, tenis hingga footgolf.
Menurut Willy, program tersebut menjadi wadah bagi generasi produktif untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten sekaligus memperluas jejaring sosial dalam suasana positif.
Dalam kegiatan Footgolf Fun Match, Bank Saqu juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik melalui sejumlah kategori seperti Best Gross, Longest Drive Winner dan Nearest to the Pin Winner.
Ketua Umum Federasi Footgolf Indonesia, Amrit Punjabi menyambut baik kolaborasi bersama Bank Saqu. Ia berharap olahraga footgolf semakin dikenal dan diminati masyarakat Indonesia, khususnya komunitas dengan gaya hidup aktif.
Sebagai informasi, footgolf merupakan olahraga yang dimainkan dengan menendang bola sepak ke dalam lubang berdiameter sekitar 50 sentimeter dengan jumlah tendangan seminimal mungkin.
Olahraga ini berkembang di Belanda sejak 2008 dan kini populer di berbagai negara. (San)





