FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang Triwulan I 2026.
Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Direktur Utama Hery Gunardi mengatakan, peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang telah dijalankan dalam satu tahun terakhir.
Hingga akhir Maret 2026, Return on Assets (ROA) BRI naik menjadi 2,8 persen.
Sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 17,1 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 18,4 persen.
Menurut Hery, pertumbuhan kredit yang tetap kuat berhasil menopang pendapatan bunga perusahaan. Di sisi lain, perbaikan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah atau CASA turut membantu menekan biaya dana (cost of fund).
“BRI tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I 2026 di Jakarta.
Dari sisi neraca, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year). Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Kinerja tersebut mendorong laba bersih BRI naik 13,7 persen secara tahunan menjadi Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026.
Perseroan optimistis momentum pertumbuhan akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada pengembangan ekosistem UMKM.
Ke depan, BRI menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan UMKM melalui dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan ekosistem digital dan pasar yang lebih luas.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi kerakyatan,” tutup Hery. (San)





