FACEINDONESIA.CO.ID – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap ekonomi hijau dan inklusif, BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui pembiayaan ramah lingkungan dan pemberdayaan UMKM.
Langkah tersebut diwujudkan lewat penyaluran kredit berbasis sustainability yang mencakup dukungan terhadap pelaku usaha kecil hingga sektor-sektor berwawasan lingkungan di berbagai daerah.
Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu R.K. menegaskan, prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) kini telah menjadi bagian penting dalam model bisnis perseroan.
Menurutnya, keberlanjutan bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi sudah menjadi strategi utama perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat ekonomi rakyat.
Hingga akhir Maret 2026, BRI tercatat menyalurkan Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau Social Loan sebesar Rp718,8 triliun. Nilai tersebut setara 53 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan.
Dana itu mayoritas diarahkan untuk mendukung sektor UMKM guna memperluas inklusi keuangan dan membuka lapangan kerja baru.
Sementara itu, pembiayaan hijau atau Green Loan mencapai Rp96,6 triliun atau sekitar 7,1 persen dari total pinjaman BRI. Kredit tersebut disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, hingga berbagai sektor pendukung ekonomi rendah karbon.
Di sisi lain, BRI juga memperkuat struktur pendanaan berkelanjutan melalui Sustainable Wholesale Funding yang hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp39,3 triliun atau setara 78,2 persen dari total Wholesale Funding perseroan.
“Keberlanjutan kini telah menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis BRI,” ujar Viviana. (San)






