Bedah Rumah Papua Diperluas, 23 Ribu Hunian Siap Dibangun

Dok.Kemendagri

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah memperluas program bedah rumah di Papua pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui peningkatan alokasi bantuan yang signifikan, sebanyak 23.000 unit rumah di enam provinsi Papua ditargetkan mendapat perbaikan. Jumlah ini meningkat tajam dibanding alokasi sebelumnya yang hanya sekitar 1.600 unit rumah.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan hunian layak, aman, dan sehat bagi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah dan warga di wilayah terpencil.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan peningkatan alokasi bantuan merupakan bagian dari kebijakan nasional yang memberi perhatian lebih besar pada penyediaan rumah layak huni.

“Pemerintah mengalokasikan sekitar 80 persen anggarannya untuk mendukung program bedah rumah ini,” ujar Tito.

Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan target nasional program bedah rumah pada 2026, dari sebelumnya 45.000 unit menjadi 400.000 unit.

Menurut Tito, program ini tidak hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat hingga menjangkau daerah pedalaman dan kawasan dengan keterbatasan akses.

“Program ini memastikan masyarakat di daerah pedalaman dan pelosok memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati hunian yang layak,” tegasnya.

Pemerintah menilai rumah layak huni tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tempat tinggal, tetapi juga mendukung kesehatan keluarga, meningkatkan rasa aman, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan program di Papua juga tetap memperhatikan tantangan geografis agar bantuan dapat diterima secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Tito menegaskan, pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif tanpa membedakan wilayah.

“Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, manfaat program ini harus dirasakan hingga wilayah paling terpencil di Papua,” pungkasnya.

Program bedah rumah diharapkan memperkuat pemerataan pembangunan di Tanah Papua sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *