FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan Indonesia dengan Rusia dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 di Kazan, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis di bidang perdagangan, energi, investasi hingga pertanian.
Dalam agenda itu, Airlangga bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia, Denis Manturov selaku Ketua Bersama SKB Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik.
Forum tersebut menjadi wadah evaluasi implementasi kerja sama kedua negara sekaligus membahas tindak lanjut sejumlah agenda prioritas bilateral.
Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi perluasan akses pasar produk pertanian, pengembangan energi terbarukan, peluang investasi, termasuk kerja sama pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), hingga penguatan kerangka hukum kerja sama Indonesia-Rusia.
Kedua negara juga membahas perkembangan ratifikasi dan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diteken pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut dinilai membuka peluang ekspor lebih luas bagi produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki hingga furnitur.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda prioritas kedua negara,” ujar Airlangga, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, Denis Manturov menegaskan komitmen Rusia untuk terus mempererat hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Pada sektor pertanian, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memaparkan peluang peningkatan akses produk agro Indonesia ke pasar Rusia, termasuk penjajakan impor daging serta produk pupuk dan fertilizer.
Di bidang energi, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, proyek GRR Tuban hingga peluang kerja sama energi nuklir.
Sedangkan di sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan upaya pemerintah mendorong ekspor Indonesia ke Rusia serta proses implementasi I-EAEU FTA.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Rusia juga menanyakan kesiapan Indonesia menghadiri INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di Rusia, di mana Indonesia akan tampil sebagai partner country.
Airlangga turut mengundang Denis Manturov untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 sebagai bagian dari penguatan hubungan perdagangan kedua negara.
Turut mendampingi Airlangga dalam pertemuan itu antara lain Duta Besar RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares serta Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (San)





