Guru SD di NTT Rasakan Dampak TPG dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen telah menyalurkan sejumlah tunjangan, yang meliputi Aneka Tunjangan Guru bagi 400.179 guru, Tunjangan Khusus bagi 43.259 guru, Insentif bagi 365.542 guru, Bantuan Subsidi Upah bagi 253.407 bagi guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.

FACEINDONESIA.CO.ID – Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memberikan kesejahteraan kepada guru disambut baik oleh para pendidik. Program ini tidak hanya membantu perekonomian, tetapi juga bentuk nyata perhatian dari Pemerintah terhadap peran strategis guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemendikdasmen telah menyalurkan sejumlah tunjangan, yang meliputi Aneka Tunjangan Guru bagi 400.179 guru, Tunjangan Khusus bagi 43.259 guru, Insentif bagi 365.542 guru, Bantuan Subsidi Upah bagi 253.407 bagi guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi. Kemudian, untuk Aneka Tunjangan Guru ASN Daerah, meliputi Tunjangan Profesi bagi 1.482.430 guru, Tunjangan Khusus bagi 57.683 guru, dan Dana Tambahan Penghasilan bagi 191.200 guru.

Bacaan Lainnya

Pernyataan datang dari Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDI Rata, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ali Zaenal. Ia mengatakan bahwa telah menerima tunjangan dari Kemendikdasmen sejak tahun 2017 setelah dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai penerima tunjangan. “Saya mulai menerima tunjangan dari Kemendikdasmen sejak saya dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai guru penerima tunjangan di tahun 2017. Jenis tunjangan yang saya terima adalah tunjangan profesi guru,” ujarnya.

Menurutnya, dampak paling signifikan yang dirasakan adalah meningkatnya rasa aman dan fokus dalam bekerja. “Perubahan paling signifikan yang saya rasakan adalah rasa aman dan fokus dalam bekerja. Dengan dukungan TPG ini, saya bisa lebih berkonsentrasi pada peningkatan kualitas pembelajaran tanpa terlalu terbebani oleh kebutuhan ekonomi sehari-hari,” ungkap Ali saat ditemui dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah di Depok, Jawa Barat (10/2).

Ali menilai tunjangan guru sangat berpengaruh terhadap motivasi dan profesionalitasnya sebagai pendidik. “Sangat berpengaruh. Tunjangan ini membuat saya merasa diakui dan dihargai sebagai tenaga profesional. Saya menjadi lebih termotivasi untuk menyiapkan pembelajaran yang variatif, mencoba metode baru, dan memberi perhatian lebih pada perkembangan setiap peserta didik, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai zamannya,” tuturnya.

Dari sisi sarana pembelajaran, Ali menyebut tunjangan tersebut juga membantunya untuk lebih kreatif dalam mengekplorasi metode pembelajaran. “Tunjangan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran, seperti pengadaan alat bantu mengajar, media pembelajaran digital, dan perlengkapan penunjang kegiatan belajar. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi peserta didik,” jelasnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Guru SD Negeri Butuh 1 Kab. Kediri, Jawa Timur, Eka Nurviana Fatmawati, mengungkapkan jika ia telah mendapatkan sejak tahun 2020 berupa tunjangan profesi guru. “Saya mulai menerima tunjangan ini sejak tahun 2020 setelah tahun 2018 menyelesaikan pendidikan profesi guru (PPG Prajabatan bagi lulusan program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal),” kata Eka.

Ia juga menambahkan jika tunjangan yang didapat memberikan dampak ekonomi yang lebih baik. “Peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan ini membuat kami merasa bisa lebih fokus dalam pembelajaran dan membersamai murid tanpa harus khawatir akan kebutuhan ekonomi yang harus kami penuhi setiap harinya,” tambahnya.

Tak hanya Ali dan Eka, Guru kelas 4, UPTD SDN Jurang Mangu Barat 03, Arief Tirtana, mengatakan bahwa tunjangan yang didapat juga mendukung peningkatan kompetensi, khususnya dalam bidang lingkungan. “Saat ini saya sedang meningkatkan kompetensi di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. TPG ini saya pergunakan untuk mengikuti pelatihan berbayar tersebut,” ujarnya.

Arief juga mengatakan jika tunjangan yang didapat memberikan perubahan dalam kehidupan pribadinya. “Perubahan yang paling terasa yaitu dalam hal kesejahteraan diri saya. Saya bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarga saya,” ucap Arief.

Sementara itu, Guru Seni Budaya, SMP Negeri 4 Krui, Nuvis Melodiana, mengatakan bahwa penerimaan tunjangan PPG Prajabatan memberikan motivasi lebih besar dalam mengajar. “Sejak tahun 2027, saya menerima melalui PPG Prajabatan. Sehingga sangat memengaruhi semangat dan memiliki rasa malu jika dalam mengajar tidak maksimal,” tutur Nuvis.

Seperti harapan yang diungkapkan oleh guru lainnya, Nuvis mengungkapkan bahwa penyaluran tunjangan dapat terus dijaga keberlanjutannya dengan sistem yang semakin lebih baik. “Tunjangan ini diharapkan terus diberikan guna menunjang kebutuhan guru dengan layak,” tambahnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *