MOOC Pintar Kemenag Permudah 1,5 Juta Peserta Kembangkan Kompetensi, Triliunan Anggaran Terefisiensi

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Transformasi digital dalam pengembangan kompetensi SDM di Kementerian Agama terbukti memudahkan akses sekaligus mengefisienkan anggaran. Melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, sepanjang tahun 2025, Kemenag tercatat telah menghubungkan 1,5 juta peserta dari berbagai penjuru tanah air, sekaligus berkontribusi signifikan pada penghematan anggaran.

“Data ini bukan semata-mata untuk validasi, tetapi untuk memberikan informasi bahwa kami tulus melayani. Dengan efisiensi anggaran sebesar Rp8,7 triliun, platform ini telah membuktikan bahwa digitalisasi mampu menghadirkan satu wadah dengan jutaan ilmu dan triliunan efisiensi bagi negeri,” ujar Mastuki di Ciputat, Rabu (1/4/2026).

Bacaan Lainnya

Selain efisiensi anggaran, lanjut Mastuki, kualitas pembelajaran tetap menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan. “Berdasarkan hasil evaluasi Level 2 Learning atau peningkatan kompetensi, platform MOOC Pintar mencatatkan indeks keberhasilan sebesar 81,11 yang masuk dalam kategori Sangat Baik,” imbuhnya.

Pencapaian kualitas ini tercermin dari dampak positif yang dirasakan peserta di lapangan. Melalui platform digital ini, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait materi-materi teknis serta penguatan keterampilan kerja yang menjadi lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, perluasan wawasan tugas juga menjadi poin penting yang sangat mendukung performa organisasi secara keseluruhan dalam lingkup Kementerian Agama.

Meskipun capaian pemahaman modul saat ini berada di angka 76,27 atau masuk kategori Baik, semangat belajar mandiri para peserta pascapelatihan tercatat sangat tinggi. Hal ini menjadi modal berharga bagi Kementerian Agama untuk terus melakukan penyempurnaan di masa mendatang agar seluruh aspek pengembangan SDM dapat mencapai predikat Sangat Baik secara merata.

“Kami terus sinergi dengan unit kerja eselon I Kemenag untuk meningkatkan kompetensi yang tepat bagi ASN. Kami juga dapat dukungan penuh dari Project INOVASI (kemitraan Indonesia-Australia) untuk melakukan workshop-training yang relevan dengan kebutuhan ASN. Salah satunya melalui micro-credential,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *