Kementerian UMKM Dorong Waralaba Lokal Tembus Pasar Modal

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong industri waralaba nasional untuk meningkatkan skala bisnis melalui penguatan fundamental usaha, perluasan akses pembiayaan, hingga peluang masuk ke pasar modal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat UMKM naik kelas dan memperkuat daya saing merek lokal.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan, bisnis waralaba atau franchise lokal memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi perusahaan berskala lebih besar dan mampu bersaing di pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, waralaba bukan sekadar model kemitraan untuk memperluas jaringan usaha, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan profesional.

“Franchise bukan sekadar model kemitraan untuk memperluas jaringan usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita ingin semakin banyak merek lokal yang memiliki fundamental bisnis kuat, sistem operasional terstandar, dan tata kelola profesional sehingga mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing,” ujar Bagus dalam acara Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

Bagus menjelaskan, salah satu peluang untuk meningkatkan skala bisnis waralaba adalah melalui akses pendanaan di pasar modal. Pengusaha franchise yang memiliki fundamental usaha kuat dan memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu tahapan menuju perusahaan terbuka atau Initial Public Offering (IPO).

Saat ini, sekitar 43 usaha kecil dan menengah telah memanfaatkan Papan Akselerasi BEI dengan total penghimpunan dana mencapai Rp2 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan skala kecil dan menengah.

Selain pasar modal, Kementerian UMKM juga mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemilik waralaba (franchisor) maupun calon mitra untuk memulai dan mengembangkan usaha.

“Kami ingin membuka semakin banyak alternatif pembiayaan bagi UMKM dan franchise. Tidak hanya melalui pembiayaan perbankan seperti KUR, tetapi juga melalui pasar modal. UMKM yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan bisnis perlu didorong untuk memanfaatkan Papan Akselerasi sebagai salah satu jalan menuju perusahaan terbuka,” jelasnya.

Bagus menegaskan, peningkatan skala usaha harus dibarengi dengan penguatan fundamental bisnis. Hal tersebut mencakup standardisasi prosedur operasional atau Standard Operating Procedure (SOP), konsistensi kualitas produk dan layanan, tata kelola profesional, serta perlindungan merek.

Dari sisi legalitas, pelaku usaha waralaba juga perlu memenuhi ketentuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Kepatuhan terhadap regulasi ini penting untuk menciptakan hubungan kemitraan yang profesional sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pemilik dan mitra waralaba.

Untuk memperkuat ekosistem usaha, Kementerian UMKM turut menyiapkan pengembangan program Holding UMKM berbasis klaster. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan antarpengusaha serta membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.

Lebih lanjut, Bagus mengajak pelaku waralaba nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional. Menurutnya, kekuatan pasar domestik harus menjadi fondasi bagi merek lokal untuk melakukan ekspansi global.

Pelaku usaha perlu mempersiapkan kualitas produk, sistem bisnis, kapasitas manajemen, dan standar operasional agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen serta menghadapi persaingan di pasar internasional.

“Kita harus membangun merek lokal yang kuat di negeri sendiri, tetapi jangan berhenti hanya di pasar domestik. Merek-merek franchise Indonesia harus berani tumbuh melampaui batas, memperluas pasar, dan membuktikan bahwa produk serta model bisnis lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Inilah semangat Grow Beyond Boundaries,” pungkas Bagus.

Melalui penguatan fundamental usaha, perluasan akses pembiayaan, dan peningkatan kualitas kemitraan, Kementerian UMKM berharap semakin banyak merek waralaba Indonesia yang mampu berkembang menjadi bisnis berskala besar, berkelanjutan, dan berdaya saing global.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *