FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat kesiapan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui pengadaan sarana kereta baru. Bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, KAI mulai melakukan uji coba dinamis KRL produksi dalam negeri rangkaian kedelapan di lintas Bogor–Jakarta Kota sejak Rabu malam (4/11/2026).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin turut mengawal proses pengujian tersebut guna memastikan kesiapan teknis, keselamatan, dan keandalan operasional sebelum kereta digunakan untuk melayani masyarakat.
Bobby mengatakan, peningkatan kualitas sarana menjadi perhatian penting mengingat jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group setiap hari untuk menunjang aktivitas mereka.
“Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group untuk beraktivitas. Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik. Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat,” ujar Bobby, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, KAI menyiapkan pengadaan sebanyak 23 trainset baru yang ditargetkan dapat dipenuhi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun. Dari jumlah tersebut, delapan rangkaian menjadi kebutuhan mendesak untuk segera direalisasikan.
Seluruh proses pengadaan dipercayakan kepada INKA. Perusahaan manufaktur kereta api nasional tersebut diberikan fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik melalui manufaktur mandiri maupun menjalin kemitraan dengan produsen luar negeri, dengan tetap melibatkan industri dalam negeri.
“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk memproses pengadaan 23 trainset ini. INKA memiliki fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik manufaktur mandiri maupun bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri,” jelas Bobby.
Kebutuhan penambahan sarana tersebut sejalan dengan tingginya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, layanan ini telah melayani 303.792.024 pelanggan, dengan rata-rata mencapai 999.316 pelanggan setiap hari.
Besarnya mobilitas masyarakat tersebut menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus memastikan ketersediaan sarana yang memadai.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, uji coba dinamis KRL INKA rangkaian kedelapan dilaksanakan di luar jam sibuk. Pengujian ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan teknis sekaligus memastikan aspek keselamatan kereta sebelum dioperasikan.
Sebelumnya, tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kembali melayani pelanggan pada Oktober 2026.
“Proses pengujian terus kami kawal bersama KAI Commuter dan INKA. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam memastikan sarana siap melayani masyarakat dengan aman dan andal,” tutup Anne.
Melalui pengadaan 23 trainset baru dan pengujian bertahap, KAI berharap kapasitas serta keandalan layanan Commuter Line Jabodetabek semakin meningkat, sehingga kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih aman dan nyaman.(ZID)






