FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memperkuat pasokan gas bumi untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan pencapaian target lifting minyak nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara Pertagas, EMP Bentu Limited, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Forum Eksplorasi dan Produksi (FOREK) Hulu Migas 2026 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring, Direktur EMP Bentu Limited Edoardus Ardianto, dan Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto. Penandatanganan itu turut disaksikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Melalui kerja sama ini, Pertagas bersama PGN akan menyalurkan gas bumi yang berasal dari Wilayah Kerja (WK) EMP Bentu dengan volume sebesar 2–3 billion British thermal units per day (BBTUD).
Kontrak pasokan gas tersebut berlaku selama lima tahun hingga 31 Desember 2031. Pasokan ini diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan energi bagi pelanggan Pertagas serta konsumen industri yang dilayani PGN.
Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring mengatakan, pasokan gas dari EMP Bentu memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan energi bagi sektor industri sekaligus mendukung kegiatan produksi minyak bumi di wilayah Siak, Riau.
“Pertagas akan mengoptimalkan pemenuhan gas untuk pelanggan sektor produksi minyak bumi (lifting) di Siak, Riau, sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian target lifting nasional,” ujar Indra.
Menurut Indra, kepastian pasokan gas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi konsumen. Ketersediaan gas yang andal juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
Melalui kerja sama ini, Pertagas menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur dan distribusi gas bumi, sekaligus mendukung ketahanan energi serta peningkatan produksi migas Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan kebutuhan energi industri dan pencapaian target lifting nasional.(ZID)






