FACEINDONESIA.CO.ID- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) sebagai bagian penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Dalam ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/8/2026), WIKA berhasil meraih empat penghargaan.
Empat penghargaan tersebut yakni The Best QHSE Team and Quality Performance 2026, The Best Culture Safety 2026, dan The Best QHSE Sustainability 2026. Selain itu, Direktur Manajemen Risiko & Legal WIKA, Vera Kirana, meraih penghargaan The Best QHSE Director 2026.
Senior Vice President QHSE WIKA, Muhammad Abdi, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus validasi terhadap transformasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terus dijalankan perusahaan.
“Kami berharap apa yang sudah Wijaya Karya lakukan dapat memberikan kebermanfaatan, baik bagi WIKA maupun ekosistem K3 nasional,” ujar Abdi dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
QHSE Jadi Pengungkit Bisnis
Menurut Abdi, industri konstruksi memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi sehingga penerapan QHSE harus dilakukan secara sistematis. Di WIKA, QHSE tidak hanya dipandang sebagai kewajiban untuk memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjadi enabler atau pengungkit bisnis.
Melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), WIKA berupaya memastikan setiap pekerjaan dan infrastruktur yang dihasilkan memenuhi aspek keselamatan, kualitas, serta memberikan manfaat jangka panjang.
Penguatan budaya K3 juga dilakukan dengan meningkatkan kompetensi dan kesadaran seluruh pihak yang terlibat dalam proyek, mulai dari pekerja, pemasok hingga kontraktor.
WIKA turut melakukan asesmen terhadap pekerja dan mitra kerja, termasuk dari sisi kualifikasi K3. Komitmen tersebut juga diperkuat oleh jajaran pimpinan melalui keteladanan dan tindakan nyata di lapangan.
Abdi menegaskan, budaya QHSE tidak cukup hanya dibangun melalui awareness, tetapi harus dilanjutkan dengan niat dan tindakan nyata. Keteladanan pimpinan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan perusahaan.
Ke depan, WIKA berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi best practice di internal perusahaan, tetapi juga dapat dibagikan sebagai share practice bagi organisasi dan perusahaan lainnya.(DRI)






