BAZNAS Dampingi Anak Penyintas Gempa NTT Pulihkan Trauma

FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak-anak penyintas gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan pendampingan psikososial dilakukan untuk membantu memulihkan trauma dan kondisi emosional anak-anak di wilayah terdampak gempa.

Bacaan Lainnya

“Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, BAZNAS berkomitmen mendampingi masyarakat terdampak gempa, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi mental, terutama bagi kelompok rentan.

Idy mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam membantu para penyintas gempa di NTT agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

“Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa,” katanya.

Hingga 31 Agustus 2026, BAZNAS telah mengerahkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat BAZNAS, armada operasional, serta Pos BAZNAS Tanggap Bencana untuk melayani warga di enam kabupaten terdampak, yakni Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.

BAZNAS juga telah mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan, mendistribusikan 52.550 porsi makanan melalui dapur umum berkapasitas 7.450 porsi per hari, menyediakan dapur air 3.500 cup per hari, serta menyalurkan 928 paket logistik keluarga.

Bantuan lainnya meliputi perlengkapan kebersihan, selimut, terpal, sekolah darurat, hingga layanan kesehatan bagi 619 pasien di tujuh titik penanganan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan penyintas gempa di NTT.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *