Wapres dan Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa NTT

FACEINDONESIA.CO.ID- Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemulihan layanan pendidikan bagi murid dan guru yang terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen mengawal rehabilitasi sekolah sekaligus menyiapkan skema pembelajaran selama masa darurat.

Bacaan Lainnya

“ Tadi kita bersama Pak Wakil Presiden mengunjungi lokasi-lokasi gempa yang cukup serius terdampak dan kerusakannya juga cukup masif,” ujar Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.

Menurut Atip, pendataan ulang kondisi sekolah akan segera dilakukan. Sebab, sejumlah sekolah meski tidak mengalami kerusakan total, tetap belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Karena itu, pemerintah memprioritaskan penyusunan skema pembelajaran darurat, termasuk penyediaan kelas sementara atau sekolah darurat bagi murid di wilayah terdampak.

Selain pemulihan infrastruktur, Kemendikdasmen juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis murid dan guru. Gempa susulan yang masih terjadi membuat sebagian warga sekolah belum berani kembali ke rumah maupun menjalankan aktivitas secara normal.

“Dari kunjungan tadi saya melihat secara psikologis baik guru, murid khususnya, tampaknya mereka secara psikologis belum siap. Karena gempa masih terus berlangsung, jadi masih ada gempa-gempa susulan,” kata Atip.

Ia juga memberikan penguatan kepada guru dan orang tua agar tetap tabah menghadapi bencana. Menurutnya, meski sebagian warga secara fisik dalam kondisi sehat, trauma akibat gempa masih dirasakan.

Kondisi tersebut juga dialami para guru di SD Inpres Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Kepala SD Inpres Robo, Selvia Widianto Sar, mengatakan kegiatan belajar mengajar belum dapat dilakukan karena bangunan sekolah mengalami kerusakan berat.

“Pasca terjadinya gempa dari 11 ruang kelas, semuanya rusak berat. Perasaan saya saat ini yang pertama sedih, stres, kasihan dengan murid-murid saya dengan keadaan kami saat ini yang tidak bisa belajar di tempat yang semestinya,” ungkap Selvia.

Selvia mengaku terharu atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah dan para murid yang terdampak gempa.

“Saya merasa terharu bahwa dari Jakarta bisa menyentuh kami di SD Robo Desa Ranaka, bantuan dari Bapak Menteri Pendidikan untuk kami di sini. Luar biasa rasa terharunya saya dan juga rasa bangganya saya terhadap kepedulian Bapak untuk kami di sini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya percepatan perbaikan fasilitas pendidikan melalui identifikasi dan klasifikasi tingkat kerusakan. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan tingkat urgensi masing-masing sekolah.

Wapres juga menegaskan aspek keselamatan harus menjadi prioritas. Sekolah yang bangunannya tidak memungkinkan digunakan harus segera mendapatkan penanganan, termasuk melalui penyediaan ruang belajar sementara maupun sekolah darurat.

Pemerintah memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara terkoordinasi agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan. Salah satu prioritasnya adalah memastikan anak-anak tetap memperoleh hak untuk belajar dalam kondisi aman dan layak.

Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen per 20 Agustus 2026, gempa bumi di NTT berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan. Dampak tersebut mencakup 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten.

Dari 8.664 ruang kelas yang telah terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas atau 63,7 persen mengalami kerusakan. Sebanyak 2.229 ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat atau total.

Kerusakan akibat gempa juga terjadi pada sejumlah fasilitas pendukung pendidikan, seperti laboratorium, perpustakaan, sanitasi, hingga rumah dinas guru.

Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus mengupayakan pemulihan pendidikan agar proses belajar mengajar bagi murid terdampak gempa NTT dapat kembali berlangsung secara aman dan bertahap.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *