FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan protokol pembelajaran darurat untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan aman dan hak belajar murid tidak terhenti akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, Kemendikdasmen akan memperbarui Surat Edaran Menteri sebagai penegasan mengenai protokol pembelajaran darurat akibat kabut asap.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 11 Agustus 2026, sebanyak 3.524 satuan pendidikan dengan 571.338 murid telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (21/8).
Dalam penanganan dampak Karhutla, Kemendikdasmen mengedepankan tiga prinsip utama, yakni keselamatan warga sekolah sebagai prioritas, hak belajar murid tetap terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang direncanakan sejak awal.
Kemendikdasmen juga mendorong kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik memastikan pelaksanaan PJJ berjalan optimal. Kepala sekolah menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pengawasan PJJ, sedangkan pengawas, pembina, dan penilik membantu pemantauan serta pembinaan di satuan pendidikan.
Di Kota Banjarbaru, misalnya, pemerintah daerah menetapkan PJJ bagi seluruh satuan pendidikan mulai 24 hingga 28 Agustus 2026. Sementara pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah sesuai ketentuan waktu kerja. Pelaksanaan PJJ menyesuaikan jam pembelajaran normal, mulai pukul 07.30 WITA.
Selain memperbarui Surat Edaran Menteri, Kemendikdasmen akan mengaktifkan Posko Pendidikan Darurat Karhutla di lima provinsi prioritas. Pelaporan kondisi pembelajaran harian melalui Dapodik juga akan diberlakukan untuk memantau perkembangan di lapangan.
Kemendikdasmen turut menyalurkan bantuan masker medis dan paket kesehatan kepada satuan pendidikan terdampak. Pemantauan kondisi akan dilakukan hingga akhir September 2026 dengan mengacu pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian.
Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan modul pembelajaran, ruang kelas aman asap di sekolah rujukan pada kecamatan terdampak, layanan psikososial, serta fleksibilitas penggunaan dana BOP dan BOS untuk memenuhi kebutuhan darurat akibat kabut asap.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan dampak Karhutla tidak mengganggu keselamatan warga sekolah sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan bagi seluruh murid terdampak.(ZID)






