FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak membantu penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua perusahaan menggratiskan angkutan bantuan sekaligus memobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan alat berat untuk mendukung korban bencana.
Pelni memberikan potongan tarif 100 persen atau gratis pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT setelah mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 8 Tahun 2023.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan, penugasan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam penanganan bencana di NTT.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang mempercayai Pelni untuk menjalankan penugasan dalam angkutan bantuan kemanusiaan untuk NTT ini,” ujar Ditto dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Sebelumnya, Pelni telah mengangkut bantuan dari Surabaya, Jawa Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak, termasuk anak usaha Pelni, PT Sarana Bandar Nasional (SBN) dan PT Pelita Indonesia Djaya (PID), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelni Group.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Hana Suhardi mengatakan, KM Tidar membawa 481 koli bantuan yang terdiri dari sembako, air mineral, perlengkapan mandi, obat-obatan, perlengkapan P3K, kebutuhan bayi, perlengkapan sekolah, terpal, hingga tenda.
“KM Tidar tiba di Maumere Kamis (20/8/2026) membawa 481 koli bantuan dari Surabaya dan Makassar,” kata Hana.
Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.
Pelni juga masih membuka kesempatan bagi instansi, lembaga, perusahaan, dan komunitas yang ingin mengirimkan bantuan ke NTT. Pengiriman dapat dikoordinasikan melalui kantor cabang Pelni maupun posko bantuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Perak, Surabaya, dan Soekarno-Hatta, Makassar.
Dukungan serupa diberikan ASDP. Perusahaan menggratiskan mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana menggunakan armadanya.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape dioptimalkan untuk mendukung penanganan serta pemulihan pascagempa di NTT.
KMP Ile Ape sebelumnya telah diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka, pada Selasa (18/8/2026). Kapal tersebut membawa personel Polres Sikka, lima dokter, kendaraan, serta alat berat excavator untuk mendukung evakuasi dan penanganan material bencana.
ASDP memastikan dukungan mobilisasi bantuan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah, aparat, dan instansi terkait guna mempercepat penanganan serta pemulihan wilayah terdampak gempa NTT.(ZID)






