FACEINDONESIA.CO.ID-PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, melalui program berkelanjutan yang mengintegrasikan lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, dan teknologi.
Memasuki tahun kelima, program bersama Salarea Foundation dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari itu berkembang dari pelestarian lingkungan menjadi ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan program pemberdayaan Jamkrindo tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu menciptakan nilai dan kemandirian bagi masyarakat,” ujar Abdul Bari, Minggu (23/8/2026).
Salah satu capaian program terlihat dari pengembangan Bank Sampah yang kini telah berkembang menjadi dua lokasi. Sampah organik rumah tangga juga diolah menjadi media tanam untuk mendukung pertanian warga sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Di sektor pertanian, Kebun Gizi telah menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Teknologi smart farming memungkinkan penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis.
Sementara itu, Kebun Kopi di lahan Perhutani seluas lebih dari 100 hektare terus dikembangkan. Jamkrindo kini mendorong hilirisasi melalui pengembangan Kedai Kopi yang dipersiapkan menyambut panen perdana.
Kopi nantinya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah, disangrai, dan disajikan di kedai sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat.
“Hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal semakin besar dirasakan masyarakat. Kami berharap Kedai Kopi nantinya dapat menjadi ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi,” kata Abdul Bari.
Program pemberdayaan Jamkrindo di Garut diharapkan terus berkembang dengan mengintegrasikan lingkungan, pertanian, teknologi, dan hilirisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.(ZID)






