PJJ Jadi Jalan Kembali ke Sekolah bagi Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bungo

FACEINDONESIA.CO.ID-Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) membuka kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang terkendala kondisi ekonomi dan geografis untuk kembali menempuh pendidikan formal. Program yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diimplementasikan melalui sekolah induk dan sekolah mitra, termasuk di Kabupaten Bungo, Jambi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pelaksanaan PJJ saat meninjau pembelajaran di SMAN 1 Bungo, Jambi, Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada murid angkatan pertama yang mengikuti PJJ.

Bacaan Lainnya

Fajar menjelaskan bahwa PJJ yang dikoordinasikan Kemendikdasmen merupakan bagian dari pendidikan formal. Para murid terdaftar pada sekolah induk, yaitu SMA Negeri 10 Jambi, dan berhak memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,” ujar Fajar. Ia juga mengingatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang dibuka hingga 30 Agustus mendatang.

Pelaksanaan PJJ tersebut dirasakan langsung oleh murid yang sebelumnya tidak melanjutkan sekolah, di antaranya Yanita Franselina Manik, Muhammad Ali Imron, dan Renaldi Pratama. Ketiganya memilih PJJ karena harus membantu ekonomi keluarga, tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan. Yanita berharap PJJ dapat membantunya memperoleh ijazah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Renaldi Pratama juga berbagi pengalamannya dalam membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai pencuci motor sejak lulus SMP. Meski memperoleh pendapatan rata-rata Rp50.000 per hari, Renaldi tetap ingin melanjutkan pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,” ujarnya saat berdialog dengan Wamen Fajar.

Sementara itu, Muhammad Ali Imron optimistis dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil mengejar cita-citanya. Setelah sempat tidak bersekolah selama setahun, Imron ingin kembali belajar dan kelak berkontribusi bagi daerahnya. “Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,” kata Imron.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mendukung pelaksanaan PJJ melalui program “Pro-Jambi Cerdas”. Program tersebut menyediakan perlengkapan sekolah, seperti pakaian, tas, buku, dan sepatu bagi murid dari keluarga prasejahtera yang terdata. “Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi _door-to-door_ ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,” jelas Umar.

Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan bahwa sekolahnya sebagai sekolah mitra terus berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk. Dinas pendidikan bersama sekolah juga menyebarluaskan informasi PJJ melalui media sosial dan jaringan perangkat desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. “Kami berupaya meyakinkan masyarakat bahwa ijazah yang diterima nantinya benar-benar resmi dari SMA negeri di Kota Jambi,” tambah Lugimin.

Pada akhir kunjungan, Fajar mendorong dinas pendidikan dan sekolah untuk meningkatkan dukungan infrastruktur teknologi serta kompetensi guru pendamping. Umar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan menganggarkan pengadaan _cloud server_ dan pelatihan pembuatan konten video pembelajaran bagi pendidik pada tahun depan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan PJJ berjalan lebih optimal sehingga murid tetap memperoleh pendampingan belajar selama menempuh pendidikan formal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *