FACEINDONESIA.CO.ID-Pembangunan kawasan tambak udang terpadu (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani jagung, hingga berbagai sektor usaha pendukung.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan proyek tersebut akan menghasilkan sekitar 52 ribu ton udang premium per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp4 triliun. Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini juga berpotensi meningkatkan devisa melalui ekspor.
Menurutnya, peluang kerja akan terbuka di berbagai sektor, mulai dari penyediaan benih dan pakan, budidaya udang, hingga industri pengolahan hasil perikanan.
Keberadaan kawasan ISF Waingapu juga diperkirakan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal. Kebutuhan jagung dan tepung ikan sebagai bahan baku pakan akan meningkat, sehingga membuka pasar bagi petani dan nelayan. Sektor perhotelan, transportasi, serta UMKM juga diprediksi ikut berkembang.
Saat ini pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, termasuk tambak, jalan, saluran irigasi, dan fasilitas pendukung lainnya. Sebanyak 3.000 tenaga kerja lokal mulai direkrut untuk mengikuti pelatihan sebelum kawasan beroperasi.
Zulkifli menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga agar proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan kawasan tambak seluas 2.150 hektare tersebut dirancang sebagai industri udang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Selain tambak, akan dibangun hatchery, pabrik pakan, fasilitas pengolahan, hingga pabrik es.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyambut baik pembangunan PSN tersebut.
Menurutnya, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru dan menjadi penggerak ekonomi daerah, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Sumba Timur.(ZID)






