GAPKI-EAEU Perkuat Kerja Sama Sawit Indonesia

Dok.Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama industri minyak sawit Indonesia dengan industri minyak nabati Rusia dan kawasan Eurasia.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar di bidang perdagangan, investasi, inovasi, serta memperluas akses pasar bagi produk minyak sawit Indonesia.

Penandatanganan MoU turut disaksikan Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus Jose Tavares, Atase Perdagangan KBRI Moskow, jajaran KBRI Moskow, serta perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat memperkuat pertukaran informasi, promosi bersama, pengembangan jejaring bisnis, hingga perluasan pasar minyak sawit beserta produk turunannya di Rusia dan negara-negara anggota EAEU.

Kerja sama tersebut juga menjadi tindak lanjut Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-EAEU yang ditandatangani pada Desember 2025. Lewat FTA itu, lebih dari 90 persen kategori produk Indonesia akan memperoleh pengurangan hingga penghapusan tarif di kawasan Eurasia.

“Kesepakatan ini membuka peluang peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke pasar Eurasia yang berpenduduk sekitar 180 juta jiwa,” ujar Eddy.

MoU juga mencakup pembentukan kelompok kerja bersama, dialog industri, pertukaran pengetahuan, seminar, promosi investasi, pengembangan teknologi, inovasi, advokasi kebijakan, hingga perluasan jejaring bisnis di sektor minyak nabati.

Menurut Eddy, kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat hubungan antarpelaku industri sekaligus mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Rusia.
Rusia masih menjadi salah satu pasar potensial bagi ekspor sawit Indonesia.

Berdasarkan data GAPKI, sepanjang 2025 ekspor produk sawit ke Rusia mencapai 792 ribu ton senilai 919 juta dolar AS, naik dibandingkan 2024 yang mencapai 680 ribu ton dengan nilai 681 juta dolar AS.

Hingga April 2026, ekspor sawit Indonesia ke Rusia telah menembus 189 ribu ton dengan nilai 237 juta dolar AS. Produk yang diekspor didominasi Refined Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined Palm Kernel Oil (RBD PKO), serta produk oleokimia, disusul berbagai produk hilir seperti hydrogenated palm oil, shortening, vegetable ghee, dan emulsifier.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *