Indonesia Makin Dekat Gabung CPTPP, Ekspor ke Asia-Pasifik Berpeluang Meluas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok.Kemenko Perekonomian

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah semakin dekat membawa Indonesia menjadi anggota Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Keanggotaan dalam blok perdagangan bebas tersebut diharapkan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas sekaligus meningkatkan arus investasi ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pertemuan Komisi CPTPP ke-10 pada 26 Juni 2026 menyepakati dimulainya diskusi persiapan bagi Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab (UEA). Tahap ini menjadi langkah awal sebelum pembentukan Accession Working Group (AWG) menuju keanggotaan penuh.

Bacaan Lainnya

Menurut Airlangga, sebagian besar ketentuan CPTPP telah sejalan dengan berbagai perjanjian internasional yang telah diikuti Indonesia, seperti WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD.

Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi anggota penuh CPTPP pada 2027. Saat ini, pemerintah hanya perlu melakukan sejumlah penyesuaian regulasi untuk memenuhi komitmen dalam perjanjian tersebut.

Hingga kini, harmonisasi telah dilakukan terhadap 22 bab ketentuan CPTPP.
CPTPP merupakan blok perdagangan bebas berstandar tinggi yang beranggotakan 12 negara, di antaranya Jepang, Kanada, Australia, Inggris, Singapura, dan Meksiko.

Secara kolektif, negara-negara tersebut mewakili sekitar 15 persen produk domestik bruto (PDB) dunia dengan pasar hampir 600 juta penduduk.
Indonesia juga mendapat dukungan dari sejumlah negara anggota, termasuk Inggris.

Dukungan itu diperkuat melalui Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Inggris yang diteken pada Januari 2026 dan mencakup kerja sama di bidang energi bersih, semikonduktor, serta ekonomi digital.

Bagi pelaku usaha, keanggotaan CPTPP diproyeksikan memberikan berbagai keuntungan, mulai dari penurunan hambatan tarif, penyederhanaan prosedur kepabeanan, aturan perdagangan digital yang lebih modern, hingga kemudahan integrasi rantai pasok regional. Sementara bagi konsumen, keterbukaan pasar diharapkan menghadirkan lebih banyak pilihan produk dengan harga yang lebih kompetitif.

Airlangga menegaskan, langkah ini sejalan dengan agenda reformasi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penyederhanaan regulasi dan peningkatan daya saing dunia usaha, termasuk UMKM.

Meski bukan negara ASEAN pertama yang bergabung dengan CPTPP, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan satu-satunya anggota G20 di kawasan. Keanggotaan dalam CPTPP diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta geopolitik dan geoekonomi Indo-Pasifik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keaktifan Indonesia di berbagai forum ekonomi internasional, seperti OECD, G20, ASEAN, BRICS, dan proses aksesi CPTPP merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing nasional sekaligus memperjuangkan kepentingan Indonesia di tingkat global.(HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *