FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah memastikan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun tidak akan mengganggu kesehatan fiskal maupun target defisit APBN 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut telah dihitung secara matang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Stimulus dialokasikan untuk sektor transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun.
Menurut Airlangga, tambahan belanja tersebut tidak mengubah target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB atau Rp689,1 triliun. Hingga Mei 2026, defisit tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah serta mengantisipasi dampak geopolitik global terhadap energi, investasi, dan rantai pasok.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi APBN tetap terjaga. Penerimaan perpajakan selama lima bulan pertama 2026 tercatat tumbuh 22,1 persen seiring reformasi perpajakan dan penguatan tata kelola.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai stimulus tersebut tepat waktu untuk menjaga konsumsi rumah tangga pada semester II-2026 dan menahan perlambatan ekonomi.(HER)






