Zulhas Pastikan Pupuk Subsidi Kini Lebih Mudah Diakses Petani

Dok.Kemenko Pangan

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pupuk bersubsidi kini semakin mudah diperoleh petani setelah pemerintah menyederhanakan aturan penyalurannya. Selain itu, harga pupuk juga turun hingga 20 persen sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Rembuk Tani dan penyerahan bantuan pangan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta para petani tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kebijakan Presiden Prabowo membuat proses mendapatkan pupuk menjadi lebih mudah sehingga distribusinya kini berjalan lancar,” ujar Zulhas.

Menurutnya, sebelumnya penyaluran pupuk bersubsidi diatur oleh sekitar 145 regulasi. Kini, aturan tersebut telah disederhanakan melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2026.

Dengan kebijakan baru tersebut, petani dapat menebus pupuk bersubsidi sejak awal musim tanam sesuai alokasi maupun saat dibutuhkan.

“Untuk pertama kalinya harga pupuk juga turun hingga 20 persen. Sebelum masa tanam dimulai, pupuk sudah tersedia bahkan stoknya lebih dari cukup,” katanya.

Zulhas turut mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai cepat menjalankan kebijakan pemerintah, termasuk melalui pembangunan pabrik pupuk baru guna menjaga ketersediaan pasokan nasional.

Selain sektor pupuk, pemerintah juga mengubah mekanisme pembelian gabah petani. Jika sebelumnya harga gabah dipengaruhi kadar air yang sering merugikan petani, kini pembelian dilakukan tanpa potongan berdasarkan kadar air.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut membuat harga gabah berada di kisaran Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. Di Mamuju, harga gabah bahkan telah mencapai Rp7.200 per kilogram.

“Dulu petani sering dirugikan karena potongan kadar air. Sekarang aturan itu disederhanakan sehingga harga gabah lebih menguntungkan petani,” jelasnya.

Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, mengatakan kemudahan regulasi dari pemerintah membuat penyaluran pupuk bersubsidi semakin efektif dan penyerapannya lebih optimal.

Hingga 30 Juni 2026, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.845.686 ton pupuk bersubsidi atau sekitar 49 persen dari total alokasi nasional tahun ini.

Penyaluran tersebut meliputi pupuk urea, NPK, NPK kakao, SP36, ZA, serta pupuk organik.
Khusus di Sulawesi Barat, realisasi penyaluran mencapai 38.453 ton atau sekitar 50 persen dari total alokasi 77.367 ton.

Untuk menjaga kebutuhan petani tetap terpenuhi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk nasional sebanyak 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut, 850.473 ton merupakan pupuk bersubsidi, sedangkan 414.314 ton merupakan pupuk nonsubsidi.

Usai menghadiri Rembuk Tani, Zulhas melanjutkan agenda dengan menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada 500 warga di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju. Dalam kegiatan itu, ia didampingi sejumlah anggota DPR Fraksi PAN, antara lain Desy Ratnasari, Sigit Purnomo (Pasha), Eko Patrio, Verrell Bramasta, dan Surya Utama (Uya Kuya).(HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *