PHI Lampaui Target Produksi Migas 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun

Dok. Pertamina Hulu Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatat kinerja produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Capaian ini menjadi yang terbaik dalam lima tahun terakhir.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2026), perusahaan melaporkan realisasi produksi minyak rata-rata mencapai 44,42 ribu barel per hari (MBOPD) atau 107,29 persen dari target.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, produksi gas tercatat sebesar 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), setara 101,34 persen dari target RKAP.

Pihak manajemen menyebut capaian tersebut didukung oleh peningkatan kegiatan eksplorasi dan optimalisasi sumur produksi, termasuk pengeboran, workover, dan well service yang berjalan masif sepanjang tahun.

Selain produksi, PHI juga mencatat penambahan cadangan migas terbukti (1P) lebih dari 70 juta barel setara minyak, atau sekitar 193 persen dari target tahun 2025.

Dari sisi operasional, perusahaan telah menyelesaikan 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, serta 9.783 aktivitas well service untuk menjaga stabilitas produksi di wilayah Kalimantan.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil investasi berkelanjutan di sektor hulu migas yang selaras dengan strategi Pertamina Hulu Energi (PHE) dan induk usaha Pertamina.

Menurutnya, strategi “selective investment” dan optimasi lapangan eksisting menjadi kunci dalam menjaga tren produksi tetap meningkat.

Selain kinerja produksi, aspek keselamatan kerja juga menunjukkan hasil positif dengan lebih dari 32 juta jam kerja selamat sejak Mei 2025, tanpa insiden fatal, serta TRIR sebesar 0,14—lebih baik dari batas toleransi perusahaan.

Di sisi lingkungan, PHI mencatat pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kiloton sepanjang 2025 sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.

Perusahaan juga meraih predikat kesehatan AA+ dengan outlook stabil, serta melaksanakan 65 program Community Involvement and Development (CID) di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan di wilayah operasional Kalimantan.

Dengan capaian tersebut, PHI menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong praktik industri migas yang berkelanjutan.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *