FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Qur’an Isyarat Batch 3 yang berlangsung selama dua hari di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (21/7). Penutupan kegiatan ini ditandai dengan pengukuhan para peserta yang terdiri atas 11 guru dan 10 murid sebagai Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat yang akan menjadi penggerak dalam memperluas pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu.
Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali metode membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat. Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan di satuan pendidikan maupun komunitas sehingga semakin banyak peserta didik penyandang disabilitas rungu memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan pentingnya penyediaan akses pendidikan yang merata, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembinaan spiritual.
“Pendidikan yang inklusif harus menjamin saudara-saudara kita yang Tuli memiliki akses yang setara, tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga untuk meraih kebahagiaan dan kecerdasan spiritual. Belajar dan mengajar Al-Qur’an dengan bahasa standar saja memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terlebih lagi dengan bahasa isyarat. Namun, ikhtiar ini adalah bagian penting dari pengabdian kita,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para Duta Al Qur’an Bahasa Isyarat untuk menjalankan amanah baru sebagai agen perubahan di daerahnya.
“Gelar dan sertifikat yang didapatkan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar. Jadikan ilmu yang didapat sebagai pelita dan teruslah berkolaborasi membangun ekosistem Al-Qur’an bahasa isyarat agar semakin berkembang dan mudah dipahami,” tambahnya.
Antusiasme dan dampak positif dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Fira, salah satu peserta didik dari SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut, mengungkapkan kebahagiaannya selama mengikuti pelatihan.
“Aku sangat senang belajar Al-Qur’an. Di sini saya belajar huruf hijaiyah, seperti alif, ba, ta, sa, jim, ha. Semoga ilmu yang kami terima bisa bermanfaat,” tutur Fira.
Dalam acara penutupan tersebut, secara simbolis Kemendikdasmen memberikan penghargaan khusus berupa sertifikat kepada tiga peserta terbaik pelatihan, yaitu Nafisya Lutsiana, Indah Pujasari, dan Tiara Nida Maharani, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian mereka selama mengikuti pelatihan. (ZID)





