FACEINDONESIA.CO.ID- Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,2 triliun untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat yang terdampak bencana alam sepanjang 2026.
Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan secara cepat kepada warga terdampak bencana.
“Bapanas telah menugaskan Perum Bulog menyalurkan CPP kepada masyarakat terdampak secara cepat. BNPB bisa ambil duluan, proses izinnya, persetujuannya belakangan,” ujar Amran dalam keterangan resmi Bapanas, Sabtu (22/8/2026).
Amran memastikan stok pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana hingga satu tahun ke depan.
Selain dana darurat bencana, pemerintah juga mengalokasikan Rp17,5 triliun untuk program Bantuan Pangan Beras tahap kedua yang mencakup Juli, Agustus, dan September 2026.
Kedua anggaran tersebut digunakan secara bersamaan untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan ke daerah yang terdampak bencana.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, khusus untuk penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah menyiapkan bantuan beras sebanyak 6,8 ribu ton.
Bantuan tersebut akan disalurkan ke lima kabupaten terdampak melalui kombinasi program bantuan bencana dan bantuan pangan reguler.(RDI)






