KAI Perkuat Konektivitas Kereta Sumatra, Penumpang KA Rajabasa Naik 32 Persen

FACEINDONESIA.CO.ID- Mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, pariwisata, hingga perjalanan harian. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan konektivitas antarwilayah yang semakin kuat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyesuaikan layanan kereta api dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Penguatan konektivitas dilakukan dengan mempertimbangkan pola perjalanan, karakter wilayah, serta pertumbuhan mobilitas pelanggan.

Bacaan Lainnya

Salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan perjalanan kereta api di Sumatra terlihat dari kinerja KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP. Sepanjang Januari–Juli 2026, KA Rajabasa telah melayani 534.748 pelanggan, atau meningkat 32,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 404.848 pelanggan.

KA Rajabasa menghubungkan Stasiun Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan, dengan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung, Lampung. Layanan tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah, baik untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, perdagangan maupun pariwisata.

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, KAI menyesuaikan kapasitas layanan KA Rajabasa. Mulai Juli 2026, kereta tersebut menggunakan formasi rangkaian dengan kapasitas lebih besar, dari sebelumnya 530 tempat duduk menjadi 848 tempat duduk.

Penambahan kapasitas ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat pada lintas Sumatera Selatan–Lampung sekaligus memperkuat konektivitas transportasi antarwilayah.

Pertumbuhan mobilitas tersebut juga sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year). Perkembangan aktivitas ekonomi turut mendorong kebutuhan konektivitas yang semakin kuat antarwilayah.

Dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2021–2025 yang dirilis 13 April 2026, BPS menunjukkan peran berbagai sektor, seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan pergudangan dalam perekonomian daerah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan KA Rajabasa menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat Sumatra yang terus berkembang.

“Pertumbuhan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat di Sumatra terus berkembang. KAI terus membaca karakter setiap wilayah agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Menurutnya, pengembangan konektivitas kereta api dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kawasan dan pola perjalanan masyarakat.

“Kereta api memiliki peran dalam menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan dilakukan dengan memahami kebutuhan setiap wilayah dan karakter perjalanan pelanggan,” kata Anne.

Pertumbuhan KA Rajabasa menjadi salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan transportasi antarwilayah di Sumatra. KAI terus memperkuat layanan kereta api sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas nasional yang semakin terhubung dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *