FACEINDONESIA.CO.ID- Pemerintah memperkuat kompetensi tenaga kerja muda melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Program ini menyasar 340 ribu peserta sebagai bagian dari stimulus ekonomi semester II-2026 untuk menekan pengangguran usia muda sekaligus menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan arahan Presiden yang harus dijalankan secara efektif, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV di Serang, Banten, Selasa (1/9/2026).
Menurut Airlangga, pembiayaan program mencakup 70 ribu peserta melalui alokasi reguler APBN yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Pemerintah kemudian menambahkan 270 ribu peserta melalui stimulus ekonomi semester II-2026.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan. Sementara pada peluncuran Batch IV, terdapat 12.128 peserta yang mulai masuk dalam sistem pelatihan.
Program ini dinilai penting karena meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional turun menjadi 4,65 persen, kelompok usia muda masih mendominasi jumlah pengangguran. Sekitar 67 persen atau 4,8 juta dari total penganggur nasional berasal dari kelompok generasi muda.
Di sisi lain, investasi nasional terus menunjukkan pertumbuhan. Realisasi investasi pada Semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan setara 49,5 persen dari target investasi sepanjang tahun.
Realisasi investasi tersebut telah menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Karena itu, pelatihan vokasi diharapkan dapat memperkuat keterampilan pencari kerja muda sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tengah pertumbuhan investasi dan transisi menuju ekonomi hijau.(DRI)






