Zulhas Minta Pemda Sigap Jaga Pasokan Pangan Jelang Idul Adha

Dok.kemenkopangan

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah memastikan pasokan pangan nasional tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 meski tekanan geopolitik global dan gangguan rantai pasok masih terjadi. Langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, konflik global berdampak pada distribusi dan biaya bahan baku di dalam negeri akibat perubahan jalur pelayaran internasional.

Bacaan Lainnya

“Transportasi laut sekarang harus memutar jalur. Yang sebelumnya 20 hari, kini bisa lebih dari 60 hari,” ujar Zulhas di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Meski begitu, dia memastikan ketahanan pangan nasional masih kuat. Pemerintah mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 4,6 juta ton pada April 2026 dan dinilai cukup memenuhi kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan.

Pemerintah juga menyiapkan intervensi jika harga komoditas impor, terutama kedelai, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau harga melewati HET, Pemerintah akan turun tangan melalui subsidi,” tegasnya.

Zulhas meminta pemerintah daerah bergerak cepat mengatasi gejolak harga pangan di wilayah masing-masing agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.

“Kalau ada masalah pangan di daerah, cepat tanggapi bersama-sama,” katanya.
Dalam peninjauan pasar jelang Idul Adha, Zulhas memastikan stok bahan pokok seperti beras, telur, ayam, ikan, cabai, hingga sayuran dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak. Untuk kebutuhan Idul Adha lebih dari cukup,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan memperketat pengawasan distribusi minyak goreng guna mencegah lonjakan harga di daerah.

“Satgas Pangan harus turun langsung menjaga stabilitas harga minyak goreng,” kata Amran di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pengawasan perlu diperkuat bersama Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan aparat penegak hukum.

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Ketahanan Pangan (KRKP) Said Abdullah menilai kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha masih tergolong musiman, namun Pemerintah tetap harus mewaspadai dampak eksternal seperti geopolitik global, kenaikan harga energi, dan penguatan dolar AS.

Dia menilai komoditas impor seperti kedelai paling rentan terdampak sehingga berpotensi memicu kenaikan harga tahu dan tempe di pasar domestik.

“Ketergantungan impor membuat pasar dalam negeri mudah terkena dampak gejolak global,” ujarnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *