FACEINDONESIA.CO.ID – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di empat provinsi dengan mengerahkan 11.272 pekerja. Program prioritas pemerintah tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan hingga awal Juni 2026 progres pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan perseroan telah mencapai 81,61 persen.
“Seluruh fasilitas pendidikan yang kami bangun ditargetkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat mulai Juli mendatang,” ujar Paulus dalam keterangannya, Senin (8/6).
Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta standar mutu bangunan.
Untuk mengejar target penyelesaian, tim proyek bekerja secara bergantian siang dan malam di seluruh lokasi pembangunan.
Waskita saat ini mengerjakan lima proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan yang berlokasi di Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru.
Selain itu, perseroan juga membangun Sekolah Rakyat di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, serta Kota Surabaya. Sementara di Sumatera Selatan proyek berada di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang. Adapun di Aceh, pembangunan dilakukan di Kota Subulussalam dan Kabupaten Nagan Raya.
Paulus menjelaskan, sebanyak 3.498 pekerja diterjunkan di proyek Sulawesi Selatan, hampir 4.000 pekerja di Jawa Timur, 2.291 pekerja di Sumatera Selatan, dan 1.571 pekerja di Aceh.
“Total tenaga kerja yang terlibat mencapai 11.272 orang, termasuk pekerja lokal yang ikut berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.
Ia menegaskan Waskita akan terus memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal hingga proyek selesai. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menggerakkan aktivitas usaha di daerah.
Menurut Paulus, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis karena menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menyelesaikan proyek, tetapi juga mendukung penyediaan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat,” tuturnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dan mendorong pemerataan layanan belajar di berbagai daerah di Indonesia.(HER)





