ASEAN Perkuat Pendidikan, AI dan STEM Jadi Prioritas

FACEINDONESIA.CO.ID-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menghadiri 14th _ASEAN Education Ministers Meeting_ (ASED) di Singapura, Rabu (22/7). Pertemuan para menteri pendidikan negara-negara ASEAN tersebut membahas berbagai isu strategis pendidikan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (_Artificial Intelligence_/AI), penguatan pendidikan STEM (_Science_, _Technology_, _Engineering_, dan _Mathematics_), serta pengembangan karakter peserta didik.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah peluncuran _ASEAN Work Plan on Education 2026–2030_ oleh para menteri pendidikan ASEAN sebagai arah kerja sama untuk lima tahun ke depan. Rencana kerja ini menjadi acuan bersama untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, komprehensif, dan transformatif.

Bacaan Lainnya

Mendikdasmen menyebut bahwa forum yang mengusung tema “_Strengthening ASEAN through Education_” ini mengingatkan bahwa pendidikan merupakan landasan bagi masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.

“Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita,” ucap Mendikdasmen.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desmond Lee menyampaikan, “Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam pengembangan pendidikan ASEAN ke depan, yaitu adaptasi AI dalam pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pengembangan karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Selain mengikuti pertemuan, para delegasi Indonesia juga mengunjungi satuan pendidikan di Singapura, North Vista Primary School, untuk melihat implementasi pembelajaran AI dan STEM. Di sekolah tersebut, delegasi mengunjungi _makerspace_, yaitu tempat murid bereksperimen menerapkan teori ke praktik nyata.

Dalam rangka mendukung implementasi _ASEAN Work Plan on Education 2026–2030_, Singapura juga memperkenalkan sejumlah program kolaborasi di bidang pendidikan, di antaranya _ASEAN Plus 3 STEM Camp_, _ASEAN Student Adventure Camp_, serta _ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *