FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses dan peningkatan mutu layanan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA Tahun 2025 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada kesempatan yang sama, Wamendikdasmen juga meresmikan SMA Negeri 11 Tasikmalaya sebagai unit sekolah baru yang berlokasi di Kecamatan Bungursari.
Dalam sambutannya, Wamendikdasmen Atip menyampaikan bahwa pembangunan SMA Negeri 11 Tasikmalaya merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan menengah di Kecamatan Bungursari. Sebelum ini, dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya, ada satu kecamatan yang belum memiliki SMA negeri.
“Kehadiran SMA Negeri 11 Tasikmalaya ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Bungursari,” ujar Atip saat peresmian di Kota Tasikmalaya, Minggu (11/1).
Merujuk data, Kota Tasikmalaya menerima bantuan revitalisasi untuk 24 satuan pendidikan, yang terdiri atas 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA, meliputi pembangunan toilet beserta sanitasinya, pembangunan area bermain dan Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang untuk PAUD, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru beserta perabot, pembangunan ruang laboratorium, hingga pembangunan ruang administrasi sekolah.
Lebih lanjut, Wamen Atip menjelaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Melalui perbaikan sarana dan prasarana, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung proses pembelajaran berkualitas. “Salah satu wujud nyata program pemerintah di bidang pendidikan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu adalah melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan,” ungkapnya.
Atip menambahkan bahwa kebijakan pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto menekankan orientasi pada kualitas, baik dari sisi sarana dan prasarana, penguatan literasi dan numerasi, maupun pengembangan kecerdasan abad ke-21. “Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kompetensi, pemahaman, dan penguasaan pengetahuan pada bidang-bidang tertentu,” jelasnya. (San)





