Senam Anak, Digitalisasi, dan Trigatra Bangun Karakter Murid

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Sebelum meninjau hasil revitalisasi, Mendikdasmen mengawali kunjungannya dengan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Bertempat di halaman SMAN 7 Kendari, kegiatan ini diikuti sekitar 150 murid dan GTK dari SMAN 7 Kendari, SMPN 8 Kendari, dan SDN 48 Kendari, sebagai wujud nyata solidaritas lintas jenjang pendidikan.

Turut hadir membersamai pelaksanaan SAIH yaitu Staf Khusus Mendikdasmen (SKM) Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikdasmen, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Ana Surti Ariyani, murid kelas XI-M3 SMAN 7 Kendari, membagikan testimoni usai lakukan senam massal. “Saya merasa sangat bahagia dan beruntung bisa melakukan Senam Anak Indonesia Hebat langsung bersama Bapak Mendikdasmen,” ucap Surti sembari menunjukkan paket sekolah (school kit) yang digenggamnya. Surti memenangkan hadiah tersebut karena berhasil menjawab pertanyaan Menteri Mu’ti seputar 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat, membuktikan bahwa program karakter ini telah terinternalisasi dalam keseharian siswa.

Seusai senam, Menteri Mu’ti berinteraksi dengan 25 murid kelas XII-M1 yang sedang menyimak materi korosi pada pelajaran Kimia. Pembelajaran tersebut menggunakan Papan Interaktif Digital/PID (Interactive Flat Panel), bersama Guru Kimia SMAN 7 Kendari, Siti Ramadan.

“Sekarang murid dapat lebih mudah memahami konsep abstrak karena bisa melihat visualisasi dan simulasi langsung lewat PID,” jawab Siti saat berdialog dengan Mendikdasmen.

Puncak kunjungan kerja ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan. Selain SMAN 7 Kendari, peresmian ini secara simbolis mewakili 8 sekolah lainnya di Sulawesi Tenggara. Daftar sekolah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan di berbagai jenjang dan wilayah, meliputi: TK Nasional 3 Kendari, SDN 71 Kendari, SDN 89 Kendari, SDN 5 Kendari, SMPN 15 Kendari, SMAN 7 Pasarwajo, SMAN 2 Siompu, dan SMAS Muhammadiyah 1 Wakatobi.

Selain meninjau hasil program revitalisasi, kunjungan ini menekankan penguatan literasi melalui penandatanganan prasasti Trigatra Bangun Bahasa di SMAN 7 Kendari oleh Menteri Mu’ti. Agenda yang difasilitasi Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan upaya penguatan identitas nasional di sekolah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, menyatakan bahwa prasasti ini merupakan simbol komitmen sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan kebahasaan. “Ini adalah sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Tenggara serta wujud komitmen SMAN 7 Kendari untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujar Dewi.

Konsep Trigatra Bangun Bahasa yang mengintegrasikan penguasaan bahasa nasional sebagai identitas, bahasa daerah sebagai akar budaya, dan bahasa asing sebagai daya saing global menjadi pijakan strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Mengakhiri agenda di Sulawesi Tenggara, Menteri Mu’ti memberikan sambutan dan pesan semangat dalam Rapat Kerja Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kota Kendari yang juga dihadiri oleh Walikota Kendari. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *