UIN Siber Cirebon akan Bangun Kampus II di Indramayu

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan pengembangan dalam rangka mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengambankan kampus II di Kabupaten Indramayu.

Rektor UIN Siber Cirebon Prof. Aan Jaelani mengatakan, pihaknya telah memperoleh dukungan hibah lahan dari pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Untuk pengembangan Kampus II, kita mendapatkan hibah tanah dari Pemkab Indramayu yang direncanakan tahap awal seluas 5 hektare dan tahap kedua 10 hektare pada tahun 2026,” jelasnya saat memberi sambutan pada Seminar Penguatan Program Prioritas Menuju UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Unggul dan Berdampak Global, Jumat (10/4/2026), di Gedung Siber Lantai 4, Cirebon.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Sahiron. Hadir juga, para Wakil Rektor, Kepala Biro AKU, para Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, serta para Ketua Lembaga, Kepala Pusat, dan pimpinan unit kerja lainnya.

“Sebelumnya, kita juga telah memiliki hibah dari Pemprov Jawa Barat tahun 2020 senilai Rp10 miliar yang telah direalisasikan dalam bentuk lahan seluas 4,9 hektare,” sambung Prof Aan Jaelani.

Menurut Rektor, pengembangan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi kelembagaan sekaligus upaya pemerataan akses pendidikan tinggi berbasis digital di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Prof Aan Jaelani juga menekankan urgensi percepatan capaian program prioritas (protas), di antaranya penguatan tridarma perguruan tinggi yang terintegrasi dengan 17 Sustainable Development Goals (SDGs), pengembangan ekoteologi, penguatan tata kelola PPID, serta peningkatan reputasi akademik melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional.

“Komitmen kita tidak hanya pada capaian administratif, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat. UIN Siber harus menjadi kampus unggul yang memberi kontribusi global,” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Sahiron mengapresiasi perkembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dia menilai kampus ini sebagai salah satu pilot project digitalisasi pendidikan di lingkungan PTKIN.

“Perkembangan UIN Siber sangat pesat dan memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa, khususnya melalui digitalisasi pendidikan. Ini harus terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, khususnya jurnal terindeks Scopus. Menurutnya, setiap fakultas idealnya memiliki minimal satu jurnal bereputasi sebagai indikator pengakuan akademik global.

“Jangan menunggu terlalu lama. Proses pengelolaan jurnal harus dipercepat dan dikelola secara profesional. Ini menjadi kunci pengakuan internasional,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan integrasi keilmuan berbasis tiga pendekatan utama, yakni metodis, substansial, dan etis. Integrasi ini dinilai menjadi keunggulan khas PTKIN dalam mengembangkan ilmu keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk integrasi dengan teknologi seperti robotika berbasis nilai-nilai Islam.

“Ke depan, kita harus mampu menghadirkan inovasi, bahkan hingga pada integrasi ilmu keislaman dengan teknologi. Ini menjadi ciri khas PTKIN yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain,” jelasnya.

Inisiator kegiatan, Edy Setyawan menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikan program prioritas kampus. “Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarunit dalam mewujudkan visi besar UIN Siber sebagai kampus unggul dan berdampak global,” ujarnya.

Melalui seminar ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam percepatan implementasi program prioritas, mulai dari penguatan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga peningkatan daya saing global. Dengan kolaborasi yang solid, inovasi berkelanjutan, serta komitmen kuat dari seluruh sivitas akademika, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu melampaui target dan meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam unggulan di tingkat nasional maupun internasional. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *