FACEINDONESIA.CO.ID – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, mengenang kembali saat melangkah memasuki salah satu ruang kelas SMAN 7 Kendari yang plafonnya bocor beberapa bulan silam. Sebagai kepala sekolah, ia telah terbiasa dengan perjuangan harian mempertahankan standar pendidikan di tengah infrastruktur yang rapuh. Namun, tidak ada yang mempersiapkannya untuk momen ketika ia bertanya kepada seorang murid tentang pengalaman belajar mereka.
Sang murid hanya menunjuk ke atas, ke plafon bernoda air yang rutin menetes saat musim hujan, lalu menunjuk ke lantai keramik yang menggembung karena rembesan air dari bawahnya. “Kami tetap berusaha semaksimal mungkin, Pak,” ujar murid itu dengan senyum simpul yang tetap menyiratkan ketangguhan di tengah keterbatasan.
Alih-alih menyerah pada keadaan, Sauf mengajak 541 murid serta 60 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMAN 7 Kendari terus memanjatkan doa dan membulatkan tekad saat menyusun proposal revitalisasi untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2025.
“Alhamdulilah, sepenggal kisah awal yang telah saya ceritakan jadi restu atas proposal revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp2.040.357.000 yang selanjutnya dialokasikan untuk rehabilitasi 11 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 laboratorium IPA, 1 ruang OSIS, dan 3 fasilitas sanitasi murid”.
“Pengerjaan swakelola memberdayakan warga sekitar. Pengawasan langsung konstruksi oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dilakukan mulai tanggal 21 Agustus dan tuntas di tanggal 31 Desember 2025,” tegas Sauf saat mendampingi yang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti dan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka meninjau hasil revitalisasi di SMAN 7 Kendari, (Sabtu, 10/1).
Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan oleh ekosistem pendidikan di SMAN 7 Kendari. “Yang terpenting adalah hasil pembangunan ini dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan pendidikan bermutu serta suasana pembelajaran yang aman dan menyenangkan,” ujarnya menekankan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan. (San)





