FACEINDONESIA.CO.ID-Tanggal 31 Juli 2026 akan menandai 31 tahun sejak Perusahaan Umum Kereta Api atau Perumka, pendahulu PT Kereta Api Indonesia (Persero), meluncurkan Argo Bromo JS-950 pada 31 Juli 1995. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu tonggak perkembangan perjalanan kereta api antarkota di Indonesia. Dua tahun kemudian, Argo Bromo Anggrek mulai beroperasi pada 24 September 1997 dan memperluas keluarga layanan Argo.
Selama lebih dari tiga dekade, standar perjalanan antarkota terus berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Pembaruan mencakup sarana, desain interior, kenyamanan tempat duduk, fasilitas selama perjalanan, waktu tempuh, pilihan kelas pelayanan, serta kemudahan digital sejak pelanggan merencanakan perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, jejak Argo menjadi bagian penting dari perjalanan KAI dalam meningkatkan kualitas layanan antarkota dengan tetap menempatkan keselamatan dan ketepatan waktu sebagai prioritas.
“Selama hampir 31 tahun, jejak Argo berkembang bersama kebutuhan pelanggan. Pembaruan sarana, fasilitas, waktu perjalanan, dan layanan digital terus dilakukan agar perjalanan antarkota semakin nyaman dan relevan dengan pola mobilitas masyarakat,” ujar Anne.
Saat ini, nama Argo masih digunakan pada delapan layanan, yakni Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng pergi pulang, Argo Semeru relasi Gambir–Surabaya Gubeng pergi pulang, serta Argo Lawu dan Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo Balapan pergi pulang.
Nama Argo juga digunakan pada Argo Sindoro, Argo Muria, dan Argo Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang Bank Jateng pergi pulang, serta Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pergi pulang. Layanan-layanan tersebut berada pada segmen eksekutif unggulan dengan kecepatan operasional hingga 120 kilometer per jam.
Data pada sejumlah layanan memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan antarkota. Argo Merbabu melayani 277.780 pelanggan sepanjang Semester I 2026, meningkat 13,97 persen dibandingkan 243.722 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
Argo Wilis melayani 142.412 pelanggan, meningkat 11,62 persen dibandingkan 127.582 pelanggan. Argo Lawu mencatat 94.971 pelanggan atau meningkat 5,64 persen dari 89.903 pelanggan, sedangkan Argo Dwipangga melayani 100.576 pelanggan, meningkat 1,23 persen dibandingkan 99.355 pelanggan pada Semester I 2025.
Argo Anjasmoro melayani 84.871 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026. Perbandingan pertumbuhan tahunan untuk layanan tersebut tidak disampaikan karena data Semester I 2025 belum mencakup periode pelayanan yang setara.
“Setiap layanan memiliki karakter pelanggan dan pola perjalanan yang berbeda. Data volume, masukan pelanggan, kesiapan sarana, waktu perjalanan, serta kebutuhan pada masing-masing lintas menjadi bagian dari evaluasi pengembangan layanan,” kata Anne.
Jejak layanan Argo juga berlanjut melalui penyesuaian identitas produk. Layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Argo Bromo Anggrek kini menggunakan nama KA Anggrek, sedangkan Argo Parahyangan menjadi KA Parahyangan.
Sepanjang Semester I 2026, layanan yang kini bernama KA Anggrek melayani 234.299 pelanggan, meningkat 39,99 persen dibandingkan 167.368 pelanggan pada Semester I 2025. Pada periode yang sama, KA Parahyangan melayani 570.192 pelanggan, meningkat 32,61 persen dibandingkan 429.990 pelanggan.
Menurut Anne, perubahan nama merupakan bagian dari pengelolaan produk yang disesuaikan dengan karakter perjalanan dan arah pengembangan pelayanan. Keselamatan, keandalan, ketepatan waktu, dan kenyamanan tetap menjadi standar yang dijaga pada setiap perjalanan.
“Identitas layanan dapat disesuaikan, sementara kualitas pelayanan terus dikembangkan. KAI ingin setiap pilihan perjalanan memiliki karakter yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan pada masing-masing lintas,” ujar Anne.
Perkembangan perjalanan antarkota turut ditandai dengan hadirnya Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation, Kereta Ekonomi New Generation, Luxury, Panoramic, dan Compartment Suite. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan kepada pelanggan dalam menentukan fasilitas serta pengalaman perjalanan.
Kereta Compartment Suite melayani 26.123 pelanggan sepanjang Semester I 2026, meningkat 64,76 persen dibandingkan 15.855 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap layanan perjalanan dengan ruang yang lebih privat dan fasilitas yang lebih personal.
Pengalaman pelanggan juga diperkuat melalui Access by KAI yang mendukung pemesanan dan pengelolaan tiket, perencanaan perjalanan melalui Trip Planner, pemilihan tempat duduk, pemesanan Railfood dan hotel, serta pemantauan posisi perjalanan melalui Live Tracking.
“Jejak Argo memperlihatkan bahwa pelayanan kereta api terus berkembang dari masa ke masa. KAI akan melanjutkan pembaruan agar perjalanan antarkota semakin aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.(ZID)





