Sigap di Laut Lepas, Pertamina Hulu Energi ONWJ Halau Tongkang Hanyut dan Selamatkan Kapal Patroli Negara

Dok.Pertamina Hulu Energi ONWJ

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga keselamatan operasi migas sekaligus merespons kondisi darurat di perairan laut lepas.

Dalam sepekan terakhir, PHE ONWJ berhasil menangani dua insiden krusial. Pertama, mengamankan tongkang besar yang hanyut mendekati fasilitas vital migas. Kedua, membantu evakuasi Kapal Patroli KPLP Jakarta, KM Celurit 203, yang mengalami mati mesin di wilayah operasional perusahaan.

Tongkang Karunia Samudera 1 yang ditarik kapal Citeureup-1 dilaporkan mengalami kehabisan bahan bakar dan mati mesin. Akibatnya, tongkang tersebut terbawa arus dan memasuki zona terbatas, hanya berjarak sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang tengah berproduksi.

General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menegaskan bahwa bekerja di lepas pantai menuntut kesiapan menghadapi segala kondisi alam. Tim di lapangan segera mengerahkan TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengaturan jalur agar tongkang tidak bersentuhan dengan fasilitas produksi.

“Bekerja di laut mengajarkan kami untuk selalu waspada terhadap perubahan sekecil apa pun,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Kesiapsiagaan PHE ONWJ kembali diuji pada Jumat dini hari (30/1/2026), saat Kapal Patroli KM Celurit 203 yang membawa 15 personel KPLP mengalami mati mesin total di antara Anjungan Bravo dan Anjungan Echo. Tanpa daya dorong, kapal tersebut membutuhkan bantuan segera.

Merespons sinyal darurat, kapal TB Sejahtera dan MV Grosbeak yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak memberikan asistensi. Proses penarikan menuju EZA Buoy hingga Pelabuhan Patimban berjalan lancar berkat koordinasi yang solid antar tim.

“Seluruh 15 personel KPLP dalam kondisi selamat dan kapal negara berhasil sandar dengan aman,” kata Muzwir.

Ia menegaskan, operasi ini mencerminkan sinergi antar-lembaga negara dalam menjaga keselamatan pelayaran dan kedaulatan maritim.

Menurutnya, kemampuan merespons situasi darurat dan beradaptasi dengan kondisi alam merupakan kompetensi mutlak bagi perusahaan energi modern.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan jiwa di laut sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *