Sensuous Sportiness: Rahasia Di Balik Desain Futuristik Hyundai

Dok.PT Hyundai Mobil Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, desain Hyundai menjadi salah satu faktor paling menonjol dalam perubahan citra merek ini di Indonesia. Dari Creta hingga Ioniq 5, setiap model tampil dengan bahasa visual yang futuristik dan berbeda dari kebanyakan rival Jepang. Transformasi besar ini berakar pada filosofi desain global Hyundai yang disebut Sensuous Sportiness, sebuah arah baru yang menempatkan estetika emosional sebagai inti dari setiap produk.

Filosofi ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2018 melalui mobil konsep Hyundai Le Fil Rouge yang dirilis di ajang Geneva International Motor Show. Dalam rilis resmi Hyundai, konsep tersebut disebut sebagai “a new era for Hyundai design with the newly introduced ‘Sensuous Sportiness’ theme.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sejak 2018, Hyundai tidak lagi sekadar memperbarui model, tetapi merombak total cara mereka merancang mobil.

Bacaan Lainnya

Luc Donckerwolke, Executive Vice President dan Head of Hyundai Design Center saat itu, menjelaskan bahwa desain baru ini adalah evolusi dari DNA lama Hyundai. Ia berkata, “Le Fil Rouge adalah reinterpretasi DNA desain Hyundai yang berasal dari concept car bersejarah kami… dan ini membuka era baru bagi desain Hyundai.” Sementara SangYup Lee, Head of Hyundai Styling, menambahkan bahwa tujuan Hyundai adalah menghadirkan nilai emosional, bukan hanya fungsi. “Our goal is to build a beloved brand by creating vehicles with heightened emotional value.”

Penerapan filosofi Sensuous Sportiness berlandaskan empat pilar utama: proportion, architecture, styling, dan technology. Proporsi menjadi dasar bentuk visual yang dramatis; arsitektur memastikan interior dan eksterior menyatu secara harmonis; styling menghadirkan garis bodi tegas dan identitas pencahayaan unik; sementara teknologi memastikan desain tidak hanya cantik di luar, tetapi konsisten dengan fungsi dan inovasi. Hyundai menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk menciptakan “harmoni antara estetika dan performa.”

Pilar-pilar ini terlihat jelas pada berbagai model Hyundai yang hadir di Indonesia. CRETA membawa grille parametric jewel dengan DRL tersembunyi yang menyatu mulus saat lampu mati. STARGAZER tampil dengan garis busur dan Seamless Horizon Lamp yang membuatnya langsung berbeda dalam segmen MPV keluarga. IONIQ 5 menunjukkan penerapan paling matang lewat desain retro-futuristik dan parametric pixel yang terinspirasi game 8-bit, menjadikannya salah satu EV dengan identitas paling kuat di dunia.

Keberhasilan Hyundai memadukan desain emosional dan fungsi tidak hanya membuat produknya lebih menarik, tetapi juga perlahan mengubah persepsi publik. Di Indonesia, merek yang dulu dikenal sebagai opsi alternatif kini mulai dilihat sebagai pelopor desain dan teknologi. Hyundai bahkan menyatakan dalam dokumen resminya bahwa desain kini menjadi “the number one reason why customers choose the Hyundai brand,” sebuah klaim yang memperlihatkan betapa strategisnya peran estetika dalam perjalanan merek ini. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *