Sektor Keuangan RI Stabil, Kredit Bank Tumbuh 13,58 Persen

FACEINDONESIA.CO.ID-Sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp9.135 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, stabilitas sektor keuangan didukung kondisi ekonomi domestik yang masih cukup kuat.

Bacaan Lainnya

Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen yoy, meski melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang investasi, belanja pemerintah, serta konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.

“Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan,” ujar Friderica dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK secara virtual, Senin (7/9/2026).

Di sisi lain, tekanan ekonomi masih berasal dari inflasi dan ketahanan eksternal. Inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen yoy, sementara aktivitas manufaktur berada di zona kontraksi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) 49,8.

Defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 juga meningkat menjadi 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah masih tinggi akibat konflik Iran dan tertutupnya Selat Hormuz. Kondisi ini memicu volatilitas harga minyak dan komoditas serta mempertahankan tekanan inflasi global.

Pertumbuhan ekonomi global juga cenderung melambat. Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi berada di bawah ekspektasi, sedangkan pertumbuhan PDB China pada kuartal II-2026 turun menjadi 4,3 persen yoy.

Pasar Modal Menguat

Di tengah tekanan global, pasar saham domestik menguat pada Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.525,48, naik 4,64 persen secara bulanan (mtm), meski masih terkoreksi 24,53 persen secara year to date (ytd).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan, ketahanan dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga.

Menurutnya, aliran modal investor asing ke pasar saham domestik juga berlanjut sepanjang Agustus 2026. Tercatat net buy investor asing mencapai Rp1,19 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan sektor keuangan Indonesia masih memiliki ketahanan di tengah berbagai tekanan ekonomi dan geopolitik global.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *