Ramadan di IKN, Menguatkan Fondasi Keluarga Sakinah melalui Madrasah Puasa

Dok. Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Suasana syahdu menyelimuti Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (28/2/2026) malam. Di bawah langit IKN, rangkaian ibadah Tarawih berlangsung khidmat. Ada juga tausiah Ramadan yang mengangkat tema: “Memperkuat Nilai-Nilai Keluarga Sakinah-Maslahat.”

Giat di pusat pemerintahan baru ini terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Kehadiran para tokoh bangsa ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan pembangunan spiritualitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, yang hadir memberikan tausiyah, menekankan bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai dalam rumah tangga. Menurutnya, puasa adalah instrumen langit yang diturunkan untuk membentuk ketakwaan yang berdampak sosial.

“Puasa bukan sekadar simbol kesalehan personal. Ia adalah fondasi moral dan karakter yang harus terwujud dalam kehidupan berkeluarga. Melalui puasa, keimanan ditempa dan akhlak dibina agar menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan keluarga,” ujar Ahmad Zayadi di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Zayadi menguraikan filosofi puasa sebagai junnah atau perisai. Dalam konteks domestik, puasa seharusnya menjadi pelindung dari segala bentuk keretakan hubungan antaranggota keluarga.

“Puasa melindungi kita dari ucapan yang menyakiti dan emosi yang meledak-ledak. Di dalam rumah, ia menjadi peredam konflik; menghindarkan suami-istri dari kata-kata kasar, serta menjaga orang tua agar tetap mengedepankan kasih sayang ketimbang amarah dalam mendidik anak,” imbuhnya.

Di akhir ceramah, Ahmad Zayadi menggarisbawahi bahwa konsep Keluarga Sakinah-Maslahat sangat selaras dengan prinsip Maqasid al-Syariah (tujuan utama syariat). Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik dalam menjaga agama (hifdz ad-din), melindungi martabat jiwa, hingga memastikan generasi mendatang tumbuh dengan akal sehat dan ekonomi yang berkah.

Kehadiran jajaran pejabat negara pada malam itu menjadi simbol kuat bahwa ketahanan keluarga adalah pilar utama dalam pembangunan bangsa. Momentum Ramadan di IKN ini diharapkan mampu memancarkan energi positif bagi harmoni kehidupan bermasyarakat di seluruh pelosok negeri. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *