FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja gemilang pada triwulan pertama 2026 dengan realisasi produksi minyak dan gas yang melampaui target. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Dalam forum media bertajuk Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA), perusahaan juga memperkenalkan kembali program Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan 2026 (APEKA 2026) sebagai bentuk dukungan terhadap jurnalisme sektor energi.
Produksi Migas Lampaui Target
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PHI berhasil mencatatkan produksi minyak lebih dari 120 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, produksi gas juga menunjukkan performa solid dengan capaian sekitar 104 persen.
Kinerja positif ini ditopang oleh operasional sejumlah anak perusahaan di Kalimantan, termasuk Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Manajemen PHI menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga membutuhkan dukungan komunikasi publik yang efektif melalui peran media.
APEKA 2026 Dorong Jurnalisme Energi
Sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers, PHI kembali menggelar APEKA 2026 yang kini memasuki tahun kedua. Program ini mengangkat tema besar tentang kontribusi energi dari Kalimantan untuk masa depan Indonesia.
Kompetisi ini terbuka lebih luas, termasuk bagi jurnalis di wilayah operasi terpencil. Karya yang dilombakan mencakup kategori tulisan, fotografi, hingga audiovisual.
Periode pendaftaran dan pengumpulan karya dijadwalkan berlangsung mulai 30 April hingga 16 Agustus 2026.
Perkuat Sinergi Industri dan Media
Melalui kegiatan BASO IGA, PHI ingin mempererat hubungan dengan media sekaligus membuka ruang diskusi terkait dinamika industri migas.
Forum ini dinilai penting untuk menghadirkan informasi yang akurat, cepat, dan komprehensif kepada publik, khususnya di tengah isu energi dan geopolitik yang semakin kompleks.
Adaptasi di Tengah Perubahan
Selain membahas industri energi, diskusi juga menyinggung pentingnya kemampuan adaptasi di era penuh ketidakpastian. Pendekatan ini mencakup kesiapan menghadapi perubahan, mengelola risiko, serta menjaga keseimbangan profesional dan personal.
Sinergi antara industri migas dan media diharapkan mampu memperkuat narasi positif tentang pengelolaan energi nasional yang berkelanjutan. (San)





