PLN EPI Jaga Pasokan Gas Pembangkit Listrik Tarakan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan keandalan pasokan gas untuk pembangkit listrik di Pulau Tarakan, Kalimantan Utara. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi fasilitas penyimpanan dan regasifikasi liquefied natural gas (LNG) SMART REGAS Tarakan yang mencatat tingkat ketersediaan operasional atau Equivalent Availability Factor (EAF) mencapai 99,81 persen.

Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi meninjau langsung fasilitas SMART REGAS Tarakan di PLTMG Gunung Belah, Kalimantan Utara. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional infrastruktur sekaligus keberlanjutan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Peninjauan ini juga merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris terhadap kinerja infrastruktur energi primer yang dikelola anak perusahaan PLN EPI, yakni PLN Energi Gas.

Dalam kunjungan tersebut, Nikson menerima pemaparan mengenai capaian operasional, kesiapan infrastruktur, serta pengelolaan dan kepastian pasokan gas.

SMART REGAS Tarakan merupakan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG berkapasitas 5 BBTUD. Infrastruktur ini berfungsi menerima, menyimpan, dan mengubah LNG menjadi gas untuk disalurkan ke PLTMG Gunung Belah dan PLTMG Kampung Satu.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Tarakan, terutama karena wilayah ini masih menghadapi keterbatasan pasokan melalui jaringan pipa gas.

Berdasarkan realisasi operasional selama 12 bulan, yakni Oktober 2025 hingga September 2026, SMART REGAS Tarakan mencatat total penyaluran gas sebesar 197.233 MMBTU.

Pada periode yang sama, rata-rata EAF mencapai 99,81 persen, melampaui target 98,22 persen atau lebih tinggi 1,59 poin persentase. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan fasilitas dalam menjaga kelancaran dan kontinuitas pasokan gas bagi pembangkit listrik.

Nikson mengapresiasi kinerja Direksi PLN Energi Gas dalam mengelola fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang telah diresmikan pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, keandalan infrastruktur gas menjadi faktor penting dalam menjamin ketersediaan energi primer untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Mewakili Dewan Komisaris PLN EPI, kami sangat mengapresiasi kinerja baik Direksi PLN Energi Gas. Tersedianya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang dibangun dan dikelola dengan baik memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Tarakan dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik dapat terpenuhi sehingga sangat membantu masyarakat,” ujar Nikson.

Ia menambahkan, SMART REGAS Tarakan merupakan bagian dari strategi PLN EPI dalam memperkuat infrastruktur dan rantai pasok gas, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses jaringan pipa.

Melalui pemanfaatan LNG, kebutuhan energi primer pembangkit dapat dipenuhi dengan sistem pasokan yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Selain menjaga keandalan pasokan, penggunaan LNG juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya pembangkitan karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan proyeksi pengembangan fasilitas, pemanfaatan gas berpotensi menekan konsumsi BBM sekitar 32.000 kiloliter per tahun. Langkah ini juga diperkirakan menghasilkan efisiensi biaya bahan bakar sebesar Rp74 miliar hingga Rp147 miliar setiap tahun.

Nikson turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional fasilitas regasifikasi LNG Tarakan. Ia mengajak seluruh insan perusahaan untuk terus meningkatkan semangat dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan maupun masyarakat.

“Saya juga ingin mengajak teman-teman yang bekerja di fasilitas ini untuk terus bersemangat memberikan yang terbaik. Ini merupakan peluang bagi kita untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara, sekaligus membantu program-program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan energi dan penyediaan listrik bagi masyarakat di Tarakan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Energi Gas Edwin Bangun mengatakan, hasil peninjauan Dewan Komisaris PLN EPI menjadi masukan penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan SMART REGAS Tarakan.

Menurut Edwin, kesiapan fasilitas dan keselarasan pasokan LNG dengan kebutuhan pembangkit merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan operasional.

“Capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur untuk menjaga keandalan operasi. Kami akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas dan berkoordinasi dengan PLN EPI serta pengelola pembangkit agar pasokan LNG terjaga dan gas dapat disalurkan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, SMART REGAS Tarakan dapat terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Edwin.

Ke depan, PLN EPI bersama PLN Energi Gas akan terus meningkatkan keandalan infrastruktur, memperkuat pengelolaan operasional, serta mengoptimalkan rantai pasok LNG untuk menjamin keberlanjutan pasokan gas bagi pembangkit listrik.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi primer yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya bagi sistem kelistrikan di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur gas pipa.

Melalui penguatan rantai pasok LNG, peningkatan efisiensi pembangkitan, serta pengurangan ketergantungan terhadap BBM, PLN EPI terus mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan rendah emisi sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi nasional.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *