FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) untuk memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program BRInita (BRI Bertani di Kota), sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI yang memanfaatkan lahan kosong di kawasan padat permukiman menjadi area pertanian produktif.
Dalam rangkaian Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026, Jumat (30/10/2026), BRI Peduli mengajak 35 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti praktik langsung urban farming bersama masyarakat di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar RW 03, Kota Bandung.
Para jurnalis berkesempatan mengikuti berbagai tahapan kegiatan pertanian perkotaan, mulai dari menyemai benih, menanam, merawat tanaman hingga memanen hasil pertanian.
BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian perkotaan berbasis komunitas yang dijalankan BRI Peduli bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.
Di atas lahan sepanjang sekitar 60 meter dan lebar 5 meter, masyarakat membudidayakan beragam komoditas, mulai dari pakcoy, kangkung, bayam, tomat, brokoli, dan ubi jalar. Selain itu, terdapat tanaman buah seperti jeruk, jambu, sawo, lengkeng, belimbing, dan pisang, serta tanaman herbal dan rempah seperti pandan, serai, kunyit, jahe, dan lidah buaya.
Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga, sekaligus mendukung kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Posyandu dan masyarakat lanjut usia.
Dengan demikian, BRInita tidak hanya menjadi sarana produksi pangan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Untuk mendukung keberlanjutan program, BRI Peduli secara bertahap memperkuat fasilitas dan sarana pertanian. Pada 2025, BRI menyalurkan 16 jenis bantuan yang meliputi perlengkapan pengelolaan kebun, media tanam, pembibitan, hingga pengembangan vertical garden.
Dukungan tersebut kembali diperluas pada 2026 melalui penyediaan 28 jenis sarana dan perlengkapan. Bantuan mencakup kebutuhan budi daya tanaman, pengelolaan sampah, serta pengembangan pertanian terpadu melalui metode budi daya ikan dalam ember (budikdamber) dan pemeliharaan ikan lele.
Lurah Pajajaran, Paridin, mengapresiasi dukungan BRI dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan pertanian produktif.
Menurutnya, program urban farming memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dalam mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan dan usaha bagi masyarakat.
“Urban farming menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan lahan kosong agar lebih produktif. Kami sangat senang karena manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi pangan, tetapi juga dapat membuka peluang tambahan penghasilan dan usaha sekaligus memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Paridin.
Pengalaman mengikuti kegiatan tersebut juga dirasakan langsung oleh peserta BRI Fellowship Journalism 2026, Sylviani Salsabila Putri dari Kabar Cirebon.
Ia menilai, kegiatan ini memberikan perspektif berbeda bagi jurnalis karena dapat menyaksikan secara langsung proses pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar memperoleh informasi melalui data dan paparan.
“Biasanya kami menerima informasi dari data, paparan, atau materi yang sudah disiapkan. Di sini kami bisa melihat langsung prosesnya, berinteraksi dengan masyarakat, bahkan ikut menanam dan memanen. Pengalaman seperti ini memberi konteks yang lebih kuat bagi kami sebagai jurnalis karena kami dapat memahami bagaimana urban farming dijalankan dan manfaatnya dirasakan oleh warga,” ungkap Sylviani.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan BRInita merupakan salah satu implementasi program TJSL BRI Peduli yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan melalui optimalisasi lahan perkotaan.
Melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam, BRI juga ingin memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk melihat secara langsung dampak program tersebut terhadap kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, para jurnalis dapat melihat langsung bagaimana masyarakat terlibat sejak proses menanam hingga panen. Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga, mendukung kegiatan sosial, maupun memberikan tambahan nilai ekonomi bagi warga,” kata Dhanny dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, pengelolaan BRInita turut diarahkan untuk memberikan manfaat lingkungan melalui penambahan ruang terbuka hijau serta pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk dan eco enzyme.
Pengembangan pertanian perkotaan ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong swasembada pangan dan penguatan ekonomi hijau. Selain itu, BRInita berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya ketahanan pangan, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim.
Sejak diluncurkan pada 2021, program BRInita telah berkembang hingga menjangkau 40 kelompok penerima manfaat yang tersebar di 17 Regional Office dan 16 provinsi.
Sepanjang periode 2021–2026, program ini telah memberikan manfaat kepada 764 penerima manfaat langsung dan 961 penerima manfaat tidak langsung.
Dari sisi produksi, BRInita berhasil menghasilkan lebih dari 31,7 ton sayur dan buah serta 4,7 ton hasil perikanan. Program ini juga mengembangkan 70 produk olahan turunan dengan pendapatan kelompok mencapai Rp5,2 juta per bulan.
Selain itu, BRI Peduli telah menyelenggarakan 62 sesi pelatihan yang mencakup pertanian perkotaan, pengelolaan sampah organik, hingga pengembangan produk bernilai ekonomi.
Pada aspek lingkungan, BRInita telah menghadirkan 40 titik ruang terbuka hijau dengan total luas sekitar 4.000 meter persegi. Program ini juga berhasil mengolah 4,7 ton limbah organik dan menghasilkan lebih dari 12 ribu liter pupuk organik cair.
Bahkan, program tersebut mencatat efisiensi emisi gas rumah kaca sebesar 792,63 kilogram CO2-eq.
Berbagai capaian tersebut mempertegas komitmen BRI Peduli dalam memperluas manfaat program BRInita. Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, inisiatif ini juga mendorong terciptanya kawasan perkotaan yang lebih hijau, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.(ZID)





