FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema “Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga”, O2SN 2026 menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan minat, bakat, prestasi, sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
O2SN tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-19. Jumlah peserta juga meningkat signifikan, dengan tercatat 234.803 murid mendaftar dari 33 provinsi di Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri di Arab Saudi, Thailand, dan Malaysia.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan semangat peserta O2SN sejalan dengan momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan perlu diisi dengan karya, prestasi, dan keberanian untuk terus berkembang.
“Selamat bertanding! Tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Junjung tinggi sportivitas,” ujar Suharti.
Ia menegaskan, O2SN bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan talenta olahraga Indonesia.
Para peserta telah melalui proses panjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga berhasil mencapai tingkat nasional.
Suharti berpesan agar peserta O2SN bertanding dengan kemampuan terbaik dan tetap menjunjung sportivitas. Selain itu, peserta diharapkan membangun persahabatan dengan murid dari berbagai daerah serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Peserta O2SN Capai 234.803 Murid
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan O2SN 2026 mencakup jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan khusus.
“Tahun ini tercatat 234.803 murid mendaftar. Ini menunjukkan bahwa antusiasme adik-adik semua di bidang olahraga sangat luar biasa,” kata Irene.
Dalam pelaksanaannya, Puspresnas melibatkan dewan juri dan wasit profesional dari organisasi olahraga masing-masing cabang. Pertandingan juga didukung tim keabsahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga agar pelaksanaan sesuai ketentuan.
Kemendikdasmen turut bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, serta berbagai pihak untuk memastikan pembinaan talenta olahraga berjalan berkelanjutan.
Sejumlah peserta juga mengaku telah melakukan persiapan secara intensif. Maria Tersisia Pangarungan Teturan, peserta senam putri dari Papua Tengah, mengatakan dirinya berlatih setiap hari menghadapi O2SN 2026.
“Percaya diri, bisa lolos ke tingkat berikutnya,” ujar Maria.
Sementara itu, atlet panjat tebing dari Sumatra Barat, Affan Syafaat Yusuf, melakukan persiapan fisik dan mental melalui latihan rutin dan disiplin.
“Bagi teman-teman, tetap semangat, latihan dengan disiplin, jangan takut untuk mencoba,” pesan Affan.
O2SN jenjang pendidikan dasar SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat berlangsung pada 17-23 Agustus 2026 di DKI Jakarta.
Untuk SD/MI/sederajat, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi kids’ athletics, senam, bulu tangkis, pencak silat, dan renang. Sementara tingkat SMP/MTs/sederajat mempertandingkan atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, dan renang.
Adapun O2SN jenjang pendidikan khusus akan digelar pada 7-12 September 2026, sedangkan jenjang pendidikan menengah SMA/MA/SMK/MAK/sederajat berlangsung pada 9-15 November 2026.
Melalui O2SN 2026, Kemendikdasmen berharap prestasi yang diraih murid tidak berhenti pada tingkat nasional, tetapi dapat menjadi pijakan untuk berkembang dan berprestasi hingga tingkat internasional.(ZID)






